JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco, menegaskan bahwa daftar calon menteri untuk kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran yang beredar di masyarakat saat ini bukan merupakan informasi resmi. Ia menyatakan bahwa komposisi tersebut masih bersifat spekulatif dan belum final. Dasco menjelaskan, "Saya pastikan bahwa berbagai aspirasi dan daftar yang beredar di masyarakat belum *fixed* dan tidak berasal dari sumber resmi." Pernyataan ini disampaikan oleh Dasco saat berada di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Kamis yang lalu. Mengenai isu yang berkembang terkait Wakil Ketua Komisi I DPR, Sugiono, yang diisukan akan menjabat sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu), Dasco menegaskan bahwa susunan menteri masih dalam tahap penggodokan dan belum ada keputusan akhir yang diambil. "Belum ada yang final," ujarnya. Isu mengenai posisi Sugiono sebagai Menlu semakin menguat setelah ia memimpin rapat terakhir Komisi I DPR bersama Menlu Retno Marsudi. Terkait hal ini, Dasco mengungkapkan, "Waduh, saya enggak tahu, nanti saya tanya saja sama yang bersangkutan," sebagai tanggapannya. Selain itu, Dasco juga ditanya mengenai kemungkinan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, akan kembali menjabat di pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menyatakan bahwa belum ada kejelasan mengenai hal tersebut. "Saya enggak bisa jawab soal itu karena kami belum pastikan," kata Dasco. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa Sri Mulyani sering bertemu dengan Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono, serta calon presiden terpilih, Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut, menurutnya, sering membahas perihal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satu pertemuan terjadi di Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada hari Senin, 9 September, yang dikonfirmasi melalui unggahan foto di akun Instagram Sri Mulyani. Dasco menambahkan, "Jadi, dengan persetujuan Pak Presiden Jokowi, Pak Prabowo sering melakukan *brainstorming* dengan Mas Tommy, selaku Wakil Menteri Keuangan, serta Bu Sri Mulyani, sebagai Menteri Keuangan. Saat ini, mereka sedang membahas APBN dan Undang-Undang APBN, sehingga *brainstorming* yang berlangsung bukanlah sesuatu yang baru, meskipun kebetulan saja baru saja ter-*publish*." ANTARA