BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel) meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dijadwalkan pada tahun 2024. Langkah ini diambil untuk memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan dengan aman dan lancar. Kombes Pol. Jojo Sutarjo, Kepala Bidang Humas Polda Babel, menyatakan bahwa Polda Babel memberikan perhatian khusus terhadap upaya menjaga stabilitas keamanan menjelang tahapan penting Pilkada. Hal ini mencerminkan komitmen kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk seluruh masyarakat. Polda Babel menekankan pentingnya partisipasi aktif dari warga dalam menjaga *kamtibmas* (keamanan dan ketertiban masyarakat). Dalam konteks tahapan Pilkada yang sensitif, kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Pentingnya menjaga tali persaudaraan di tengah masyarakat diharapkan dapat meminimalisir potensi perpecahan. Masyarakat di Bangka Belitung dikenal dengan budaya terbuka dan sikap menerima perbedaan. Toleransi yang ada dalam masyarakat ini diharapkan menjadi dasar yang kuat untuk membangun kesatuan. Dengan demikian, diharapkan pula dapat mengurangi kemungkinan terjadinya konflik atau ketegangan yang tidak diinginkan selama periode politik menjelang Pilkada. Seluruh warga diharapkan dapat merasakan kebahagiaan dan semangat bersama menghadapi peristiwa demokrasi ini. Namun, hal tersebut harus senantiasa diimbangi dengan pemeliharaan rasa persatuan dan kesatuan, agar Pilkada berlangsung tanpa gangguan yang dapat merusak suasana festif. Sebagai bagian dari tanggung jawab Polri, Polda Babel berkomitmen untuk menjaga keamanan dan memastikan situasi tetap terkendali. Dalam hal ini, kolaborasi dengan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan pesta demokrasi yang berkualitas dan berintegritas. Polda Babel, bersama dengan Polres dan Polsek, berupaya untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi. Pendekatan ini dilakukan melalui berbagai saluran, baik itu media sosial, media peraga, maupun tatap muka dengan warga, tokoh masyarakat, pemuka agama, dan pemangku adat. Dengan cara ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dapat terwujud secara maksimal. ANTARA