PALEMBANG –
**Borneonews - Palembang**, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Selatan mencatat adanya 607 kasus rabies di daerah tersebut selama periode Januari hingga Mei 2024. Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Effendi, menjelaskan bahwa rincian kasus rabies ini tersebar di beberapa wilayah. Kasus terbanyak berasal dari Musi Banyuasin (Muba) dengan 183 kasus, diikuti Lahat sebanyak 130 kasus, Lubuklinggau 90 kasus, Prabumulih 87 kasus, Ogan Komering Ulu (OKU) dengan 53 kasus, dan Pagar Alam yang tercatat 42 kasus. Wilayah lain seperti Muara Enim, OKU Selatan, Empat Lawang, Musi Rawas, dan Ogan Ilir juga melaporkan jumlah kasus yang lebih sedikit, dengan total kasus yang dihimpun dari masing-masing daerah. Dalam konteks populasi hewan yang dapat menularkan rabies (HPR) di Sumatera Selatan, DKPP mencatat sekitar 194.220 hewan. Populasi ini meliputi anjing, kucing, monyet, dan berbagai hewan lainnya. Ruzuan menekankan bahwa angka kasus rabies di provinsi ini memang mengalami fluktuasi yang signifikan. Ia juga menyoroti bahwa kebiasaan masyarakat dalam memelihara hewan peliharaan sering kali tidak disertai dengan pemahaman akan risiko penularan rabies, terutama jika hewan tersebut tidak mendapatkan vaksinasi yang memadai. Sebagai langkah untuk mengatasi masalah ini, DKPP Sumsel meluncurkan program “Kendalikan Penyakit Hewan Menular” (Kelakar) serta “Gerakan Bebas Rabies Sumatera Selatan” (Gaesss). Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan. Ruzuan menyebutkan bahwa program-program tersebut tidak hanya fokus pada pemberantasan rabies, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan dan kampanye kesehatan hewan lainnya. “Program Kelakar dirancang untuk menarik perhatian masyarakat dengan pendekatan yang inovatif. Ini termasuk kegiatan seperti Kelakar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta kegiatan lainnya yang memiliki tujuan terkait kesehatan hewan,” ujarnya. Lebih lanjut, DKPP Sumsel menunjukkan komitmen untuk berkolaborasi dengan pimpinan daerah. Hal ini bertujuan agar mendapatkan dukungan yang diperlukan, baik dari segi data maupun pendanaan. Ruzuan juga menambahkan bahwa saat ini terdapat 19 ribu vaksin yang telah disiapkan, termasuk beberapa yang berasal dari provinsi. Pihaknya bertekad untuk melanjutkan informasi dan melaksanakan tindakan nyata, terutama dalam hal vaksinasi dan proses sterilisasi hewan untuk mencegah penyebaran rabies di masyarakat. ANTARA