KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Penjabat Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Komjen Pol (Purn) Andap Budhi Revianto, telah menginstruksikan kepada inspektorat setempat untuk melakukan audit menyeluruh terhadap proyek pembangunan Gerbang Jalan Wisata Kendari-Toronipa. Proyek ini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Andap Budhi menjelaskan bahwa audit ini penting dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum dalam pelaksanaan proyek tersebut. Ia menekankan bahwa ada dimensi waktu yang harus diperhatikan dalam pemeriksaan ini. "Saya telah memberitahukan kepada rekan-rekan di inspektorat untuk memulai penyelidikan. Tentu saja, ada waktu yang relevan untuk proses ini," ungkapnya saat memberikan keterangan dari Kendari, baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa jika selama proses audit ditemukan bukti pelanggaran hukum, pihak berwenang akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. "Jika ada indikasi pelanggaran hukum, tentu saja itu akan menjadi perhatian serius," tambahnya. Pembangunan Gerbang Kendari-Toronipa, yang membutuhkan anggaran lebih dari Rp32 miliar, telah menuai kritik akibat kerusakan yang terjadi. Andap Budhi menyatakan bahwa evaluasi terhadap proyek ini harus dilakukan dengan objektif, dengan memperhatikan aspek transparansi dalam pengelolaan dana. "Kita perlu menilai dan melihat alokasi anggaran dengan cermat. Berapa dukungan anggaran yang sebenarnya dan bagaimana penggunaannya," jelasnya. Ia menekankan pentingnya dasar penilaian yang berbasis pada fakta dan data yang valid, bukan sekadar pendapat pribadi. "Insya Allah, kebenaran akan terungkap melalui proses yang benar," paparnya. Sebelumnya, gerbang tersebut menjadi bahan perbincangan di media sosial karena rusak parah. Namun, kini pilar-pilar yang mengalami kerusakan telah diperbaiki dengan menambal bagian-bagian yang bocor akibat tindakan vandal beberapa oknum. Banyak yang mengira gerbang tersebut terbuat sepenuhnya dari beton, tetapi ternyata terdapat ruang kosong di dalam pilar-pilarnya. Indrayadhi, salah satu warga yang ditemui di Kendari, mengungkapkan kekesalannya setelah mengetahui bahwa pilar gerbang tersebut tidak terbuat dari beton utuh. "Selama ini saya rasa pilar-pilar ini sangat kokoh, ternyata di dalamnya kosong dan hanya dilapisi material seperti gypsum," ujarnya dengan nada kecewa. Ia juga merasa prihatin karena beberapa ekor ayam digunakan sebagai kandang di dalam pilar yang rusak tersebut. ANTARA