SEMARANG –
**Borneonews - Semarang**, Pameran Pikat Wastra Nusantara, yang merupakan bagian dari Festival Kota Lama di Semarang, telah memperkenalkan berbagai desain fashion yang menarik. Kegiatan ini melibatkan peragaan busana yang menampilkan karya delapan desainer terkemuka dari Indonesia. Selain itu, terdapat juga pameran yang menampilkan produk dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang menyoroti kekayaan ragam busana nusantara. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang akrab disapa Mbak Ita, memberikan sambutan dan menekankan pentingnya kegiatan ini untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan IKM di kota tersebut. "Ini adalah langkah awal dalam upaya mengangkat UMKM di Kota Semarang agar bisa melaju menuju kelas yang lebih tinggi," ungkapnya saat pembukaan acara di Gedung Oudetrap, Kota Lama Semarang, pada hari Kamis. Mbak Ita menyampaikan bahwa meskipun Semarang telah dicanangkan sebagai kota fashion sejak 2015, perkembangan yang diharapkan sempat terhambat oleh pandemi COVID-19. Ia berharap ke depannya Semarang dapat memiliki acara fashion week yang setara dengan Jakarta Fashion Week dan Bandung Fashion Week. Salah satu desainer, Samuel Wattimena, yang juga merupakan inisiator dari Pameran Pikat Wastra Nusantara, mengungkapkan bahwa fashion seharusnya menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat. Untuk itu, ia merancang pameran kecil yang menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan, yaitu sisa kain dan pewarna alami. "Dengan pemanfaatan sisa bahan dan pewarna dari alam, kami melakukan proses *upcycle* dan *recycle*," terang Samuel. Dalam menghadapi persaingan produk asing yang semakin marak, Samuel menekankan pentingnya peran para pelaku fashion untuk lebih aktif mengenalkan budaya Indonesia melalui ajang fashion show. "Anak muda kini lebih mengenal fashion Korea, namun apakah mereka tahu tentang Batik dari Bantul atau Kendal? Sebagian besar tidak tahu, dan ini bukan sepenuhnya kesalahan mereka. Kami sebagai pelaku industri fashion juga harus turut serta dalam mensosialisasikan ini," tambahnya. Dengan inisiatif seperti Pikat Wastra Nusantara, diharapkan lebih banyak orang dapat mengenal dan menghargai kekayaan budaya serta fashion lokal, yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya saing industri fashion di Indonesia. ANTARA