**Borneonews - Pekanbaru** Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, yang terletak di Provinsi Riau, mengambil langkah proaktif untuk mencegah penyebaran virus *monkey pox* (Mpox) atau cacar monyet. Mengingat posisi Pekanbaru sebagai salah satu pintu masuk penerbangan dari berbagai daerah, termasuk warga mancanegara, kewaspadaan terhadap virus ini menjadi prioritas.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Fira Septiyanti, menjelaskan bahwa pihaknya sudah siap berkolaborasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Pekanbaru. Kerja sama ini dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejadian luar biasa (*Public Health Emergency of International Concern*) yang disebabkan oleh Mpox, terlebih di pintu-pintu masuk yang sering dilalui.
Lebih lanjut, Fira mengungkapkan bahwa Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Pekanbaru telah menyampaikan surat resmi kepada dinas kesehatan setempat sejak akhir Agustus 2024. Surat tersebut merujuk pada arahan dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengenai peningkatan kewaspadaan terhadap Mpox di lokasi-lokasi strategis.
Langkah-langkah antisipatif telah ditetapkan oleh Balai Kekarantinaan, termasuk di pelabuhan dan bandara yang menangani lalu lintas perjalanan. Fira menegaskan bahwa pihaknya siap untuk meningkatkan pengawasan kewaspadaan terhadap Mpox di lokasi-lokasi tersebut, yang menjadi gerbang masuk berbagai individu.
"Dalam rangka memperkuat pengawasan dan melakukan deteksi dini, kami juga siap bekerja sama dengan balai karantina," tambahnya.
Dinas Kesehatan juga tengah menyiapkan rencana untuk melakukan koordinasi epidemiologi dan menyelidiki rumor yang mungkin muncul mengenai kasus-kasus di Kota Pekanbaru. Penyiapan petugas surveilans juga sedang dilakukan untuk memantau situasi dengan lebih baik.
Fira juga mengindikasikan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad di Pekanbaru berpotensi dijadikan sebagai rumah sakit rujukan terkait penanganan Mpox. Selain itu, pemeriksaan sampel dari kasus-kasus yang dicurigai sebagai suspect Mpox direncanakan akan dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Provinsi Riau.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga memberikan penjelasan terkait kekebalan yang dimiliki masyarakat Indonesia terhadap cacar monyet. Menurutnya, seseorang dapat mengembangkan kekebalan setelah mendapatkan vaksin cacar, meskipun kekebalan tersebut tidak sama persis dengan yang diharapkan untuk mencegah Mpox. Oleh karena itu, pemerintah tidak akan mendorong vaksinasi secara masif kepada masyarakat pada saat ini.
"Sebagian besar masyarakat Indonesia telah menerima vaksin cacar sebelumnya, sehingga mereka memiliki kekebalan yang cukup, meskipun tidak sepenuhnya setara," ungkap Menkes Budi saat meresmikan fasilitas produksi vaksin di PT Biotis, yang berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
ANTARA
Pekanbaru Siapkan Langkah Antisipasi Terhadap Cacar Monyet
Bagikan:

PEKANBARU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
Komentar (0)
Memuat komentar…







