JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Atlet hapkido dari Aceh, Yulianto, mengungkapkan bahwa ia sempat mengalami tekanan karena tim tuan rumah belum meraih medali emas dalam cabang olahraga tersebut pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara 2024. Saat itu, pencapaian medali emas menjadi harapan yang cukup besar bagi para atlet lokal. Namun, Yulianto akhirnya berhasil memecahkan kekeringan medali emas tersebut. Ia berhasil mengalahkan atlet dari Jawa Tengah, Aldi Angga Riandika, dalam final hapkido nomor *daeryun* di kelas bawah 54 kilogram putra. Pertarungan ini berlangsung di GOR KONI, Banda Aceh, pada hari Kamis, dengan skor akhir 24-20. Keberhasilan ini merupakan medali emas pertama untuk Aceh dalam cabang hapkido pada PON kali ini. Dalam pernyataannya setelah upacara penghormatan bagi para pemenang, Yulianto mengakui adanya tekanan besar yang dirasakannya. "Sebenarnya saya tertekan sekali. Banyak dukungan yang saya terima, tetapi sebelumnya, banyak atlet yang seharusnya mendapatkan medali emas, tetapi tidak berhasil. Tekanan itu ada, tetapi sebagai manusia, kita harus terus berjuang dan tidak pernah menyerah," kata Yulianto. Meskipun menang dengan selisih empat poin yang cukup signifikan, Yulianto menganggap lawan terberat yang ia hadapi di PON kali ini adalah Sandia Arum dari Kalimantan Barat, yang ia temui dalam semifinal. "Lawan terberat saya adalah atlet Kalimantan Barat. Kami sudah sering bertemu dalam berbagai pertandingan, termasuk saat Pra-PON di Papua," jelasnya. Di usianya yang ke-28, Yulianto menegaskan bahwa kemenangan dan medali emas yang diraihnya bukan hanya hasil dari usaha pribadi, melainkan juga berkat doa dan dukungan dari orang tuanya. Ia mentransformasikan rasa syukur dalam bentuk nazar, berjanji akan menyumbangkan sebagian dari kemenangannya kepada panti asuhan. "Alhamdulillah, saya akan terus berdoa. Bahkan, saya bernazar bahwa jika saya menang, saya akan sumbang ke panti asuhan," ungkap Yulianto. "Medali emas ini pertama-tama saya persembahkan untuk orang tua, karena doa mereka adalah kekuatan utama saya. Saya juga memberikan penghargaan ini kepada Pengprov, pelatih, dan semua teman," tambahnya. Seperti kebanyakan rekan-rekannya di cabang olahraga hapkido, Yulianto berharap agar olahraga yang ia cintai ini dapat terus berkembang di tanah air, sehingga dapat melahirkan lebih banyak atlet yang mampu mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. ANTARA