JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dito Ariotedjo, mengonfirmasi bahwa isu terkait konsumsi makanan dan kondisi arena pertandingan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara pada tahun 2024 telah diatasi dengan baik. Pernyataan ini disampaikan oleh Menpora Dito pada saat rapat kerja bersama Komisi X di gedung parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Kamis. Ia menegaskan, "Pembukaan acara akan dilakukan pada hari Senin. Evaluasi akan langsung dilakukan pada Minggu malam, dan saya pastikan bahwa setelah hari Senin, semua masalah di Aceh akan segera diperbaiki." Menpora menambahkan bahwa sejauh ini, ia belum menerima laporan mengenai masalah konsumsi di Sumatera Utara. "Secara umum, isu ini lebih banyak terjadi di Aceh," ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa salah satu kendala utama di Aceh adalah jumlah warung makan atau dapur yang tersedia sangat terbatas dibandingkan dengan Sumatera Utara. Selain itu, ada perbedaan dalam jam operasional yang diatur di daerah tersebut. Dito juga menjelaskan bahwa pada saat azan, terutama azan Maghrib, aktivitas di warung makan harus dihentikan. "Karena situasi ini, kami menerima beberapa keluhan terkait keterlambatan pengiriman makanan," jelasnya. Menurutnya, penyesuaian antara budaya dan kebutuhan harus dilakukan untuk mencapai keseimbangan. "Jadi, masalah konsumsi lebih banyak terjadi di Aceh," ujar Menpora. Di Sumatera Utara, menpor menegaskan bahwa kendala utamanya berkaitan dengan sarana pendukung yang saat ini sedang diselesaikan. "Kita berkomitmen untuk merespons cepat semua laporan yang masuk, termasuk permasalahan venue voli yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah," tambahnya. Dito menjelaskan bahwa venue olahraga di daerah tersebut sebenarnya sudah siap digunakan, namun ada beberapa sarana pendukung yang belum sepenuhnya siap. "Setelah hujan, beberapa jalan di sekitar venue menjadi berlumpur," jelas Dito. Menanggapi hal ini, ia segera menghubungi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, untuk mencari solusi. "Alhamdulillah, sekarang pengerjaan sudah rapi. Kami juga mendapat dukungan dari TNI dan polisi, yang ikut membantu dalam pembangunan infrastruktur di Sumut dan Aceh," tuturnya. Menpora Dito juga menegaskan pentingnya pelaporan terkait berbagai masalah yang mungkin terjadi. "Hal-hal yang kurang baik akan kami benahi. Semua laporan yang masuk akan kami evaluasi dengan serius untuk memastikan kelancaran PON 2024," tutupnya. ANTARA