**Borneonews - Serang**, Pemerintah Provinsi Banten telah menetapkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama dalam penyusunan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) untuk tahun 2025. Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, menyampaikan hal ini dalam sebuah rapat di DPRD Banten yang berlangsung pada hari Kamis.
Dalam kerangka pengembangan SDM, pemerintah akan fokus pada berbagai elemen, termasuk pendidikan dan infrastruktur. Al Muktabar menegaskan bahwa infrastruktur berperan penting dalam mendukung berbagai aspek, seperti pertumbuhan ekonomi dan penanganan masalah pengangguran. Ia menyatakan, "Pendidikan dan infrastruktur adalah dua hal yang saling terkait. Infrastruktur yang baik akan mendukung kemajuan di sektor ekonomi dan pengurangan angka pengangguran."
Selain itu, Gubernur juga menggarisbawahi pentingnya kesehatan. Ia berpendapat bahwa pembangunan infrastruktur di bidang kesehatan telah cukup baik. Selanjutnya, fokus saat ini adalah menguatkan SDM serta aspek teknis lainnya untuk memperbaiki kualitas layanan kesehatan yang tersedia.
Dalam penjelasan lebih lanjut mengenai pengembangan SDM di sektor kesehatan, Al Muktabar menyebutkan bahwa hal ini sangat bergantung pada formasi pegawai yang ditentukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pemerintah Provinsi Banten telah mengusulkan penyelesaian pegawai non-aparatur sipil negara (ASN) di bidang ini. Dia berharap dapat memperoleh formasi tambahan untuk tenaga kesehatan tertentu dan memohon formasi baru bagi mereka yang di luar penyelesaian non-ASN. "Kami juga memiliki strategi untuk menerima tenaga medis yang berasal dari seluruh Indonesia, khususnya untuk dokter spesialis yang sudah berstatus ASN," tambahnya.
Menyoal struktur APBD 2025, Al Muktabar merincikan bahwa pendapatan daerah terbagi menjadi beberapa kategori. Pendapatan Asli Daerah (PAD) diperkirakan mencapai Rp7,875 triliun, sementara pendapatan transfer diproyeksikan sebesar Rp3,109 triliun. Selain itu, ada pula lain-lain pendapatan daerah yang sah yang diharapkan mencapai Rp6,346 miliar, sehingga total pendapatan daerah akan berkisar di angka Rp10,991 triliun.
Di sisi belanja, Pemerintah Provinsi Banten merencanakan anggaran total sebesar Rp10,995 triliun. Rincian belanja tersebut adalah Belanja Operasi sebesar Rp6,996 triliun, Belanja Modal sebesar Rp1,504 triliun, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp57,094 miliar, serta Belanja Transfer yang diproyeksikan mencapai Rp2,437 triliun. Dengan demikian, total surplus untuk APBD 2025 diperkirakan sebesar Rp4,037 miliar.
ANTARA
Pemprov Banten Prioritaskan APBD 2025 untuk Pembangunan SDM
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Komentar (0)
Memuat komentar…







