**Borneonews - Jakarta**, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai bahwa gerakan untuk memilih atau mencoblos tiga pasangan calon dalam Pilkada Jakarta 2024 dapat mengancam keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, gerakan ini lahir dari kekecewaan para pendukung Anies Baswedan, yang merasa marah karena tokoh idola mereka tidak ikut serta dalam kontestasi pemilihan ini.
Adi menjelaskan bahwa meskipun suatu gerakan politik dapat menjadi ekspresi emosi, dampaknya pada demokrasi harus diperhatikan dengan serius. Ia menyampaikan harapannya agar aksi tersebut tidak terus meluas hingga pemilihan berlangsung. Jika gerakan ini terus berlanjut dan mempengaruhi proses pencoblosan yang dijadwalkan pada 27 November 2024, maka hal itu berpotensi merusak legitimasi hasil pemilihan.
Lebih lanjut, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini menekankan bahwa jika semua pendukung Anies berpartisipasi dalam gerakan tersebut, maka jumlah suara sah untuk pemenang pemilu di Jakarta kemungkinan besar akan menurun. Dalam konteks ini, ia memberikan contoh bahwa jika tingkat partisipasi pemilih mencapai 75 persen dan dukungan untuk Anies mencapai 30 persen, maka legitimasi yang bisa diperoleh pemenang pemilu tidak akan lebih dari 45 persen.
Menurut Adi, situasi seperti ini bisa memiliki konsekuensi serius bagi sistem demokrasi. Ia menyampaikan harapannya bahwa ekspresi kemarahan dan kekecewaan para pendukung Anies tidak berujung pada tindakan yang merugikan proses pemilihan.
Adi juga memberikan pesan kepada para peserta pemilu di Jakarta, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), untuk berupaya meyakinkan pemilih Anies agar mereka dapat mengalihkan suara mereka kepada calon yang memiliki kemampuan untuk memimpin Jakarta dengan baik. Ia percaya bahwa ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang tersedia saat ini memiliki kualitas yang baik dan berkomitmen untuk meningkatkan kondisi Jakarta.
Walaupun para pendukung Anies mungkin merasakan kekecewaan, sebaiknya mereka tetap memilih di antara tiga pasangan calon yang ada, dan memilih yang dianggap mampu menjalankan tugas dengan baik untuk perbaikan Jakarta, tegasnya. Ia juga yakin bahwa setidaknya salah satu dari ketiga pasangan calon yang ditawarkan layak untuk menerima suara dari masyarakat.
Tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilkada Jakarta mencakup Ridwan Kamil-Suswono, Pramono Anung-Rano Karno, serta Dharma Pongrekun-Kun Wardana yang merupakan pasangan independen.
ANTARA
Gerakan Coblos Tiga Paslon di Pilkada Jakarta Ancam Demokrasi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Komentar (0)
Memuat komentar…







