SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi bagi anak. Program ini bertujuan untuk mencegah angka kematian ibu dan bayi yang masih cukup tinggi. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Provinsi Jawa Timur, dr. Waritsah Sukarjiyah, dalam sebuah pernyataan di Surabaya menyampaikan bahwa pihaknya bersinergi dengan portal kesehatan masyarakat (*Portkesmas*), UNICEF Indonesia, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, serta Kelompok Kerja Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat (*Pokja RCCE+*). Bersama-sama, mereka menyelenggarakan pelatihan bagi komunikator kesehatan. Kegiatan yang diberi tajuk "Jaga Bersama" ini diikuti oleh sejumlah anak muda di Kota Surabaya, yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam kampanye imunisasi. Ia menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah penting untuk melindungi anak-anak dari berbagai penyakit menular dan berbahaya yang dapat mengancam nyawa mereka. Ia juga menyebutkan bahwa imunisasi rutin harus dilakukan secara lengkap, dimulai sejak bayi lahir hingga saat anak memasuki usia sekolah. Meskipun vaksinasi ini disediakan secara gratis, terdapat masih banyak masyarakat yang menunjukkan keraguan. Hal ini disebabkan oleh beredarnya informasi yang salah dan hoaks mengenai vaksin, serta kesalahpahaman tentang efek samping yang ditimbulkan. Melihat situasi ini, dr. Waritsah menyambut baik inisiatif pelatihan tersebut, mengingat pentingnya kolaborasi dalam menangani respons terhadap wabah, seperti yang pernah terjadi pada kasus Polio. Ia percaya bahwa keterlibatan generasi muda dalam program ini akan memberikan dampak positif dalam melindungi Anak-anak di Jawa Timur. Kepala Kantor Perwakilan UNICEF wilayah Jawa, Arie Rukmantara, menjelaskan bahwa pelatihan ini menerapkan metode *Komunikasi Antar-Pribadi* (*KAP*) untuk memperkuat kemampuan komunikasi dalam merubah perilaku masyarakat, sehingga mereka lebih peduli terhadap imunisasi. Peserta pelatihan, yang berjumlah 45 orang, terdiri dari perwakilan anak muda, pembina organisasi anak, serta tenaga kesehatan. UNICEF Indonesia berkomitmen penuh untuk memastikan hak-hak anak, termasuk memastikan bahwa semua anak mendapatkan imunisasi yang mereka perlukan. Arie menekankan bahwa hasil penelitian terbaru menunjukkan masih banyak anak yang belum menerima imunisasi secara rutin dan lengkap. "Satu anak saja yang terlewat adalah satu terlalu banyak," ujarnya, menggambarkan pentingnya setiap upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi. ANTARA