BATAM –
**Borneonews - Batam**, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam yang terletak di Kepulauan Riau, menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan lingkungan yang bebas dari berbagai macam pelanggaran, termasuk penggunaan handphone, pungutan liar, serta penyalahgunaan narkoba. Upaya tersebut direalisasikan melalui gelaran razia gabungan yang dilaksanakan pada hari Kamis, melibatkan berbagai aparat penegak hukum. Razia kali ini melibatkan 24 pegawai dari Lapas Batam, serta dukungan dari lima anggota Polsek Sagulung, lima personel dari Koramil 0316-02 Sekupang, dan enam anggota BNN Kota Batam. Fokus utama dari razia tersebut adalah melakukan penggeledahan di berbagai kamar hunian para warga binaan yang ada di lapas. Kepala Lapas Batam, Heri Kusrita, menjelaskan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai bentuk deteksi dini guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dari segi keamanan. Menurutnya, razia tersebut lebih dari sekadar tindakan pencegahan; ini juga menunjukkan komitmen Lapas Batam dalam menerapkan tiga aspek penting dari pemasyarakatan yang maju, yang juga berpegang pada prinsip *back to basic*. Heri menekankan bahwa razia ini dilaksanakan dengan pendekatan yang humanis agar suasana di Lapas Batam tetap aman dan kondusif. "Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, serta peredaran gelap narkoba (P4GN)," ujarnya. Selama razia, petugas menggeledah sejumlah blok hunian, termasuk Blok B1 hingga B12, sekaligus Blok C1, C2, C9, dan C16. Heri mengingatkan para petugas untuk tetap menjaga sopan santun dan bersikap humanis terhadap para warga binaan yang diperiksa, serta memastikan bahwa proses razia berlangsung dengan aman dan tertib. Dari hasil razia gabungan tersebut, tidak ditemukan barang bukti berupa narkoba, meskipun sejumlah barang terlarang seperti kartu remi, sendok stainless, serta benda tajam berhasil diamankan. "Barang-barang terlarang tersebut akan disita dan didata, sebelum dimusnahkan," jelasnya. Selain itu, dalam rangka mendukung kegiatan tersebut, dilakukan juga tes urine terhadap 31 warga binaan di Klinik Pratama Lapas Batam, dengan pengawasan dari petugas BNN Kota Batam. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda penggunaan narkotika dan obat terlarang di kalangan warga binaan. Heri menambahkan bahwa Lapas Batam secara rutin melaksanakan razia internal tidak hanya kepada warga binaan, tetapi juga kepada pegawai setiap hari di beberapa blok hunian yang ada. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan lingkungan Lapas Batam dapat menjadi lebih aman dan bebas dari segala bentuk pelanggaran. ANTARA