**Borneonews - Ponorogo**, Sebanyak 146 pos pelayanan terpadu, atau yang sering disebut posyandu, di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, telah memperoleh status sebagai *Integrasi Layanan Primer* (ILP). Dengan demikian, fasilitas-fasilitas ini dapat menyediakan layanan kesehatan yang menyeluruh untuk berbagai tahap kehidupan, mulai dari ibu hamil hingga lanjut usia.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengungkapkan bahwa posyandu yang berstatus ILP tersebut tersebar di 31 Puskesmas yang mencakup 21 kecamatan di wilayah Ponorogo. Ia menjelaskan, posyandu ILP menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan posyandu biasa. Beberapa layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, deteksi dini terhadap risiko kesehatan, serta dukungan bagi ibu yang sedang hamil dan menyusui.
Selain itu, posyandu ILP juga memberikan layanan kepada kelompok usia produktif dan lansia, yang bertujuan untuk menjaga kesehatan masyarakat di setiap fase kehidupan. Sugiri menyatakan, dari total 1.134 posyandu yang ada di Ponorogo, saat ini sudah ada 146 yang berstatus ILP. Ia menyampaikan harapannya agar jumlah posyandu yang berstatus ILP semakin meningkat, sehingga mampu melayani seluruh lapisan masyarakat di Ponorogo.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo menargetkan, dalam jangka panjang, semua posyandu di daerah ini segera memiliki status ILP. Upaya ini dilakukan dengan mendorong peningkatan jumlah posyandu ILP agar dapat mencukupi kebutuhan layanan kesehatan warga.
"Target jangka panjang kami adalah memastikan seluruh posyandu di Ponorogo menjadi ILP. Memang saya akui bahwa proses ini cukup panjang, tetapi yang terpenting adalah tujuan kami sudah jelas," pungkas Sugiri.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa posyandu ILP berfungsi sebagai pelopor dalam memberikan layanan kesehatan yang terintegrasi dan komprehensif di Ponorogo. Dengan pendekatan ini, kualitas layanan kepada masyarakat dapat meningkat hingga ke tingkat keluarga, serta semakin mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Kang Giri, sapaan akrab Bupati Sugiri, juga mengapresiasi penerapan teknologi digital dan koordinasi yang solid di posyandu ILP. Ia mencatat bahwa banyak desa di Ponorogo telah berhasil mengimplementasikan sistem ini dengan baik, yang diharapkan akan membawa dampak positif bagi kesehatan masyarakat.
ANTARA
Ponorogo Capai 146 Posyandu Berstatus Integrasi Layanan Primer
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Wakil Ketua III DPRD Kalteng Minta Masyarakat Waspada
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Komentar (0)
Memuat komentar…







