BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, PT Pertamina Patra Niaga, melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor, berhasil meraih penghargaan Adi Niti dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar. Penghargaan ini diberikan kepada Pertamina sebagai perusahaan mitra dalam pelaksanaan kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK). Dimas Budiman, yang menjabat sebagai AFT Manager Syamsudin Noor, menyatakan bahwa penghargaan ini mencerminkan apresiasi kepada kedua belah pihak yang telah berkolaborasi dalam menerapkan standar lingkungan yang baik. Dimas mengungkapkan, "Kegiatan ini adalah agenda pertama yang diadakan sejak pembentukan Badan Standarisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPSILHK) tiga tahun yang lalu." Dari pihak kementerian, Siti Nurbaya menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam mengimplementasikan program ini. Ia menambahkan, “Saya yakin ke depan, standar-standar lingkungan dan kehutanan akan semakin mempermudah sistem kerja, sehingga pemanfaatan lingkungan dan kehutanan di Indonesia dapat terjaga dan memberikan manfaat bagi bangsa.” Sebagai bagian dari Sub Holding Commercial & Trading milik PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk memberikan program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) terbaik bagi masyarakat di sekitarnya. Ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) Nomor 15, yang berfokus pada perlindungan, restorasi, dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan, pengelolaan hutan secara lestari, serta pengentasan penggurunan dan pemulihan lahan yang terdegradasi. Penganugerahan penghargaan Adi Niti tersebut berlangsung di acara Pekan Standar Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PeSTA) 2024, di Gedung Manggala Wanabakti pada hari Selasa lalu. Dalam acara tersebut, penghargaan ini diberikan kepada 27 mitra BPSILHK dari seluruh Indonesia yang terklasifikasi dalam delapan kategori. Adi Niti merupakan penghargaan yang diberikan sebagai pengakuan atas pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan berdasarkan penerapan standar yang telah ditetapkan. AFT Syamsudin Noor, sebagai mitra dari BPSILHK Banjarbaru, juga telah berkomitmen untuk melakukan penangkaran rusa sambar guna mengembangbiakkan satwa liar dan mencegah kepunahannya. Selain itu, mereka juga berupaya dalam konservasi tanaman endemik Kalimantan demi mencegah kepunahan dan menjaga keanekaragaman hayati. ANTARA