**Borneonews - Surabaya**, Sistem *Call Center* (CC) 112 telah ditetapkan sebagai model percontohan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini diungkapkan dalam kegiatan kunjungan kerja yang dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Republik Indonesia ke Pemerintah Kota Surabaya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa agenda kunjungan Kemenko Polhukam ini bertujuan untuk mempelajari penerapan sistem CC 112 yang inovatif untuk diterapkan di IKN. Kami berharap di IKN nanti akan diterapkan sistem serupa seperti *911* untuk keadaan darurat. Mereka sangat mengapresiasi sistem yang ada di Surabaya, karena kami satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki sistem yang terintegrasi, disertai kolaborasi yang solid antara perangkat daerah, paparnya.
Agus menekankan bahwa sistem CC 112 di Surabaya memiliki respons waktu kedaruratan yang sangat baik, yakni kurang dari 7 menit. Sistem ini baru ada di Indonesia dan mereka ingin menjadikannya sebagai referensi untuk IKN, imbuhnya.
Selain itu, Agus mengungkapkan keunggulan lain dari CC 112 yang mampu mendeteksi pelaku kejahatan serta daftar pencarian orang (DPO) melalui jaringan kamera CCTV. Saat ini, jumlah kamera CCTV yang terhubung dengan CC 112 mencapai sekitar 2.200 unit. Di samping itu, Pemerintah Kota Surabaya juga melaksanakan program kelurahan tanggap bencana yang tersebar di seluruh kecamatan.
Dalam penjelasannya, ia menyoroti pentingnya langkah mitigasi yang akan diadopsi dari Kota Surabaya untuk diterapkan di IKN. Salah satunya adalah meningkatkan keselamatan di sekitar istana Presiden dan lingkungan pemerintahan untuk menjamin kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan.
Lebih lanjut, Agus memberikan masukan kepada Brigjen Pol Asep Jenal Ahmadi, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidkoor Kamtibmas Kemenko Polhukam, mengenai pentingnya penerapan jalur evaluasi kota. Jalur ini bertujuan memberikan arahan kepada warga ketika terjadi bencana di IKN. Misalnya, jika terjadi gempa, sudah ada petunjuk jelas mengenai arah yang harus diambil oleh masyarakat. Jika mereka berbelok ke kanan, di sana seharusnya ada *warning* yang memperingatkan mereka, ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga mengajak rombongan Kemenko Polhukam untuk mengunjungi ruang CC 112 di Gedung Siola, di mana mereka dapat menyaksikan secara langsung operasi sistem CC 112 di Kota Surabaya.
Agus menambahkan bahwa meskipun CC 112 memiliki banyak keunggulan, ke depan masih diperlukan peningkatan dalam hal sarana dan prasarana. Peningkatan tersebut mencakup jaringan koneksi, perangkat komputer, alat deteksi udara, serta sistem *early warning* atau *EWS* untuk gempa bumi. Peralatan ini sudah ada sejak tahun 2016, jadi perlu diperbarui, mulai dari komputer hingga sistem komunikasi serta akses ke CC 112. Kami juga telah berkomunikasi dengan penyedia layanan 112 untuk memfasilitasi layanan melalui WhatsApp bisnis, sebagai alternatif jika koneksi tidak terjalin, tutupnya.
ANTARA
Call Center 112 Surabaya Jadi Model Sistem Kedaruratan IKN
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Komentar (0)
Memuat komentar…







