JAKARTA –
**Borneonews - Dubai**, Uni Emirat Arab (UEA) telah berhasil mengevakuasi 97 warga Palestina yang mengalami luka parah dan sakit berat, serta 155 anggota keluarga mereka, termasuk 142 anak-anak, dari Jalur Gaza. Langkah evakuasi ini dilakukan dalam rangka inisiatif kemanusiaan yang mendesak pada Rabu, 12 September, yang merupakan hasil kerja sama antara UEA dan Organisasi Kesehatan Dunia (*World Health Organization*, WHO). Kementerian Luar Negeri UEA mengungkapkan bahwa evakuasi tersebut dilakukan melalui Bandara Ramon di Israel, dengan tujuan akhir Abu Dhabi, menggunakan jalur pemeriksaan Karam Abu Salam. Menteri Negara Kerja Sama Internasional, Reem binti Ebrahim Al Hashimy, menekankan bahwa tindakan ini merupakan manifestasi dari komitmen kuat UEA dalam mendukung rakyat Palestina selama situasi darurat yang tengah melanda Jalur Gaza. Sejak dimulainya konflik pada Oktober tahun lalu, UEA telah mengevakuasi total 1.917 warga Palestina beserta anggota keluarga mereka. Situasi di Jalur Gaza kian memburuk setelah Israel meluncurkan Operasi *Iron Swords* dan memberlakukan blokade total terhadap wilayah tersebut. Pada tanggal 7 Oktober 2023, Israel mengalami serangan roket tanpa henti yang diklaim sebagai yang terburuk yang pernah ada, dimana para pejuang Hamas juga melaksanakan infiltrasi ke wilayah perbatasan untuk menyerang militer dan warga sipil, serta melakukan penyanderaan. Pihak berwenang Israel melaporkan bahwa serangan tersebut mengakibatkan sekitar 1.200 korban jiwa. Situasi kemanusiaan di kawasan ini sangat memprihatinkan, dan upaya bantuan internasional sangat dibutuhkan untuk membantu mereka yang terdampak. ANTARA