SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Pemerintah Kota Surabaya, yang terletak di Jawa Timur, tengah mengambil langkah signifikan dengan mengembangkan 35 kampung tematik yang akan menjadi tujuan wisata bagi masyarakat. Salah satu yang menonjol adalah Wethan Wonderland Banjarsugihan, yang mengusung konsep akulturasi antara budaya lokal dan internasional. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengungkapkan keberadaan sejumlah kampung tematik menarik. Di antara kampung tersebut terdapat Kampung Terajana yang menggambarkan perpaduan Budaya Jawa dan China, Kampung Jawara yang merupakan gambaran antara budaya Jawa dan Eropa, Kampung Joker yang terinspirasi dari budaya Jawa dan Korea, serta Kampung Adinda yang mengaitkan budaya Apache, India, dan Dayak. Selain itu, ada pula Kampung Nostalgia dan Kampung Jelita yang memadukan elemen budaya Jepang dan Bali. Irvan menegaskan, upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya, bersama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), bertujuan untuk mengenalkan potensi lokal serta budaya dan sejarah yang kaya. Ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya menarik perhatian wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara. Dari keterangan Irvan, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kota ini tidak hanya difokuskan sebagai pusat bisnis, tetapi juga berperan dalam pengembangan pariwisata. Ia menjelaskan pentingnya pemerataan potensi wisata di setiap kelurahan. Dengan demikian, setiap wilayah memiliki kampung tematiknya sendiri yang dapat berkontribusi pada daya tarik Surabaya sebagai pusat MICE (*Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition*). Ia juga menambahkan bahwa setiap kampung tematik memiliki karakter unik yang didukung oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat. Langkah ini tidak hanya mendorong pertumbuhan wisata, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal. Kampung Wethan Wonderland, misalnya, menonjolkan kolaborasi antara kebudayaan luar negeri dengan nuansa lokal yang khas. Irvan menyatakan harapannya agar kampung ini dapat menjadi tujuan wisata utama, mengingat berbagai pilihan kampung tematik yang tersedia. Pemerintah berperan sebagai fasilitator dalam proses ini, memberikan dukungan kepada masyarakat yang berusaha untuk berinovasi dalam menciptakan kampung tematik. Mereka menggandeng perusahaan untuk memastikan keberlanjutan inisiatif ini. Kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, media, dan akademisi sangat diperlukan, terutama dalam sektor pariwisata. Farah Andita Ramdhani, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar), menjelaskan bahwa kampung tematik ini merupakan bagian dari *Community-Based Tourism* (CBT) atau pariwisata berbasis masyarakat. Dengan terbentuknya Pokdarwis dan keluarnya surat keputusan dari Disbudporapar, pihaknya berencana melibatkan kelompok ini dalam forum komunikasi pengelola objek wisata guna mengidentifikasi kebutuhan dalam mengembangkan kampung tematik tersebut. Farah menambahkan, dalam kerjasama dengan Bappeda Litbang Kota Surabaya, upaya promosi kampung tematik tidak hanya akan dilakukan melalui saluran resmi pemerintah, tetapi juga melalui kerjasama dengan operator tur untuk menjangkau lebih banyak wisatawan. Salah satu kunci keberhasilan *CBT* terletak pada sosok pemimpin di dalam kampung, yang akan menciptakan sinergi antar komunitas agar dapat bertahan lebih lama. Farah mengungkapkan harapannya bahwa di Wethan Wonderland, semua elemen masyarakat dapat saling mendukung untuk mencapai tujuan tersebut. ANTARA