MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan TNI untuk memperkuat layanan kesehatan bagi prajurit melalui sosialisasi dan edukasi mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Upaya ini bertujuan untuk memberikan kualitas pelayanan yang prima, yang sesuai dengan pertumbuhan jumlah peserta serta kebutuhan untuk mendapatkan jaminan dalam pelayanan kesehatan. Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, David Bangun, menyatakan bahwa hasil supervisi yang dilakukan menunjukkan bahwa semua fasilitas kesehatan yang dikelola oleh TNI telah memberikan pelayanan yang memuaskan bagi peserta JKN. Dalam sebuah sarasehan bersama anggota TNI di Makassar, pada hari Kamis, David menjelaskan bahwa setiap peserta JKN berhak memperoleh manfaat yang sama dalam hal penjaminan pelayanan kesehatan, yang meliputi tindakan promotif, preventif, kuratif, bahkan rehabilitatif. Lebih lanjut, David menekankan bahwa semua prajurit TNI, termasuk anggota keluarga mereka, juga memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara. Sebagai bentuk dukungan terhadap akses pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah 685 fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh TNI, yang terdiri dari 570 klinik pratama dan 115 rumah sakit. Dengan adanya perluasan akses ke fasilitas kesehatan serta penjaminan layanan kesehatan bagi prajurit, diharapkan dapat mendukung tugas pokok dan fungsi TNI dalam menjalankan misi mereka. Meskipun demikian, David mengungkapkan bahwa dalam kunjungan yang dilakukan, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Ia berharap, ke depan, sinergi antara BPJS Kesehatan dan TNI dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan milik TNI, sehingga peserta dapat merasakan pengalaman pelayanan yang maksimal. Dalam konteks kebutuhan prajurit TNI, dinamika tugas yang mereka jalani berpengaruh besar terhadap akses layanan kesehatan. David menyoroti pentingnya akses layanan kesehatan yang baik di lokasi penugasan yang baru, yang sangat diperlukan oleh para prajurit untuk memastikan kesehatan mereka terjaga. Sebagai solusi, David menganjurkan agar prajurit TNI yang berpindah lokasi penugasan dapat memanfaatkan *Aplikasi Mobile JKN* untuk melakukan perpindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke tempat yang baru. Hal ini tentu akan mempermudah mereka dalam mendapatkan akses kesehatan yang dibutuhkan selama bertugas. Sementara itu, Kepala Staf Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin, Brigjen TNI Rusmili, turut menyampaikan dukungan atas implementasi Program JKN. Ia menekankan pentingnya mendaftar keseluruhan prajurit TNI sebagai peserta JKN, guna memastikan keberlanjutan program tersebut dan manfaatnya bagi masyarakat Indonesia secara luas. Kesehatan dikatakan menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas kerja. "Saya berharap melalui kegiatan ini, kita dapat melihat kondisi riil di lapangan, menggali berbagai permasalahan yang mungkin muncul, serta mencari solusi terbaik untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang diberikan," ungkap Rusmili. ANTARA