PALU –
**Borneonews - Palu**, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palu telah menetapkan target ambisius untuk pemasukan zakat tahun 2024, dengan harapan dapat mencapai angka Rp2 miliar. Target ini ditujukan untuk meningkatkan kemaslahatan dan kualitas hidup masyarakat di ibu kota Sulawesi Tengah tersebut. Ketua Baznas Kota Palu, Muchlis A Mahmud, mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, pihaknya menargetkan pemasukan zakat sebesar Rp1 miliar dan target tersebut berhasil dicapai. Sebagai langkah peningkatan, Baznas selanjutnya berkomitmen untuk meningkatkan target yang lebih tinggi untuk tahun ini. Muchlis menyampaikan informasi bahwa saat ini kontribusi zakat di Kota Palu masih didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Untuk mendorong partisipasi masyarakat lebih luas, Baznas melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan serta melakukan interaksi sosial yang lebih intensif di kalangan warga. Berdasarkan data yang diperoleh dari Baznas, rata-rata pemasukan zakat pada tahun 2023 mencapai lebih dari Rp240 juta per bulan. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2022, di mana pemasukan zakat tertinggi hanya mencapai Rp53 juta per bulan. Muchlis menginformasikan bahwa peningkatan ini banyak dipengaruhi oleh program sosialisasi dan edukasi yang telah dilakukan baik di tingkat masyarakat maupun di kalangan pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan zakat sudah mulai menunjukkan hasil yang positif. Dana zakat yang terkumpul dikelola oleh Baznas dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pengelolaan yang efektif bertujuan untuk memaksimalkan manfaat zakat demi kesejahteraan masyarakat, termasuk pengentasan kemiskinan yang menjadi perhatian utama. Baznas Palu juga telah merencanakan lima program prioritas yang sejalan dengan program pemerintah kota. Kelima program tersebut meliputi Baznas Sehat, Baznas Cerdas, Baznas Peduli, Baznas Takwa, dan Baznas Sejahtera. Setiap program ini dirancang untuk mencakup delapan golongan atau *asnaf* yang berhak menerima zakat, sehingga sinergi dengan pemerintah daerah semakin diperkuat. Muchlis menekankan pentingnya keterlibatan umat Islam untuk lebih antusias dalam berzakat. "Dengan meningkatkan partisipasi berzakat, kita dapat saling membantu dan meringankan beban satu sama lain," ujarnya, mengharapkan dukungan lebih banyak dari masyarakat. ANTARA