JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta,** Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama dengan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) telah memulai kolaborasi yang diberi nama *Joint Operation*. Kerja sama ini ditujukan untuk mengembangkan kebijakan kesehatan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kepemilikan data yang valid dan akurat dalam penyusunan kebijakan kesehatan. Menurutnya, keberadaan data yang tepat tidak hanya akan mendukung pembuatan kebijakan saat ini, tetapi juga mempersiapkan Indonesia dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan. Budi menjelaskan, "Perencanaan yang baik menjadi fondasi utama. Oleh karena itu, kami memilih untuk merancang kebijakan jangka panjang dengan menggunakan data epidemiologi. Ini bertujuan untuk memprediksi jenis penyakit yang mungkin akan muncul, dengan tetap mempelajari pengalaman negara lain." Dia menunjukkan keyakinan bahwa kemitraan ini akan membawa dampak positif yang besar terhadap perencanaan dan pelaksanaan kebijakan kesehatan di wilayah Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, Syarifa Liza Munira, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), mengevaluasi kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam usaha Kemenkes dan IHME untuk memperbaiki sistem layanan kesehatan. Dia menyebutkan bahwa keputusan berbasis data adalah kunci untuk mencapai peningkatan yang diinginkan. Dari tahun 2018 hingga 2019, Kemenkes dan IHME telah membangun dasar yang kuat untuk analisis data layanan kesehatan dan peningkatan sistem. Dalam periode kemitraan yang baru, yakni 2024 hingga 2028, kerja sama ini akan lebih terfokus pada pengembangan sistem data dan estimasi beban penyakit, serta memperkirakan kebutuhan layanan kesehatan dan kapasitas sistem yang ada. Liza menambahkan bahwa kesepakatan yang ditandatangani hari ini akan berfungsi sebagai dasar untuk pelaksanaan *Joint Operation*. Kerangka kerja tersebut akan menjamin keberlanjutan pengelolaan, transparansi, dan akuntabilitas dari upaya kolaborasi ini. Sebagai langkah lanjutan, Kemenkes dan IHME berencana mengadakan lokakarya dan sesi berbagi data. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat pertukaran pengetahuan antara para ahli baik dari dalam negeri maupun internasional. Dengan cara ini, metodologi dari IHME akan diadaptasi dengan konteks spesifik sistem perawatan kesehatan di Indonesia. Di samping itu, kantor IHME yang berada di BKPK juga akan direnovasi untuk berfungsi sebagai pusat pengumpulan, analisis, dan pemanfaatan data kesehatan yang cepat dan efisien. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Indonesia dalam merespons tantangan perawatan kesehatan secara real-time. Liza juga menjelaskan bahwa kemitraan ini tidak hanya tentang pengumpulan dan analisis data. Lebih dari itu, ini adalah tentang membangun Indonesia yang lebih sehat dan tangguh. Dia meyakini, "Bersama IHME, kami tidak hanya menghadapi tantangan kesehatan saat ini, tetapi juga merancang masa depan pelayanan kesehatan Indonesia untuk generasi yang akan datang." ANTARA