JAKARTA –
**Borneonews - Abu Dhabi**, Uni Emirat Arab (UAE) menunjukkan komitmennya untuk memperkuat dan melanjutkan kerja sama bilateral yang telah terjalin selama empat dekade dengan China. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan pada pertemuan dengan Perdana Menteri China, Li Qiang, di Abu Dhabi. Sheikh Mohammed mengungkapkan dalam pernyataannya bahwa dia telah membahas berbagai upaya bersama untuk meningkatkan kemitraan strategis yang komprehensif antara kedua negara. Pertemuan ini berlangsung di tengah peringatan 40 tahun hubungan diplomatik antara UAE dan China, di mana Sheikh Mohammed menekankan pentingnya mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan serta pembangunan yang menguntungkan bagi rakyat kedua negara. Dalam kunjungannya yang resmi selama dua hari ke UAE, Li juga menyatakan kesiapan China untuk memperluas skala perdagangan bilateral dengan Emirat. UAE diakui sebagai pasar ekspor terbesar bagi China di kawasan Teluk Arab, dengan volume perdagangan yang mencapai sekitar 95 miliar dolar AS (sekitar Rp1,46 kuadriliun) tahun lalu. Dalam diskusinya, Perdana Menteri China mengajak UAE untuk menjajaki kerjasama di berbagai sektor, termasuk energi baru, kendaraan listrik, manufaktur kelas atas, biomedis, serta ekonomi digital. Li menekankan perlunya penyusunan rencana kolaboratif untuk industri masa depan dan pengembangan lebih lanjut dari titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Kunjungan Li dimulai dari Riyadh, Arab Saudi, atas undangan Wakil Presiden dan Perdana Menteri UAE, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Pada pagi hari pertemuannya, Li dijamu oleh Sheikh Mohammed bin Rashid dan keduanya melakukan pembicaraan tingkat tinggi. Wakil Presiden UAE mengharapkan kunjungan ini dapat memperkuat lagi hubungan antara kedua negara. Di bawah Naungan Inisiatif *Belt and Road* senilai triliunan dolar AS yang diperkenalkan oleh Beijing, China dan UAE telah berkolaborasi dalam berbagai proyek, termasuk pengembangan kapasitas industri. Beberapa proyek yang sedang dikerjakan adalah fase kedua pengembangan terminal kontainer di Pelabuhan Khalifa serta Pembangkit Listrik Termal Fotovoltaik yang berada di Dubai. Selain itu, China dan UAE juga menjalin kerjasama dalam mendirikan universitas kecerdasan buatan pertama di dunia, yang akan berlokasi di Abu Dhabi. Li diharapkan menyelesaikan kunjungannya ke Teluk pada hari Jumat, setelah mengawali perjalanan diplomatiknya di Riyadh, di mana dia menekankan bahwa Arab Saudi merupakan "prioritas" dalam diplomasi China di kawasan Timur Tengah. ANTARA