JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Indonesia berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk mengimplementasikan program yang bertujuan mencapai kondisi Indonesia bebas dari masalah karies pada tahun 2030. Salah satu fokus utama dari upaya ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perawatan kesehatan gigi dan mulut, terutama di kalangan anak-anak. Dalam sebuah rilis yang disampaikan oleh Save the Children Indonesia, program *Healthier Smile* telah diluncurkan sebagai langkah lanjutan dalam mendukung inisiatif Pemerintah. Melalui program ini, masyarakat diingatkan tentang praktik-praktik sederhana namun vital seperti menyikat gigi, yang berkontribusi besar terhadap kesehatan gigi anak-anak. Tata Sudrajat, yang menjabat sebagai Interim Chief of Advocacy, Campaign, Communication and Media Save the Children Indonesia, menjelaskan, “Di Save the Children, kami meyakini bahwa program *Healthier Smile* tidak hanya mengajarkan anak-anak cara merawat gigi mereka dengan benar, tetapi juga melibatkan orang tua dan guru dalam proses pembelajaran tersebut. Ini bukan sekadar usaha untuk mencegah terjadinya karies, tetapi juga untuk membangun rutinitas sehat yang akan mendukung pertumbuhan anak-anak agar lebih sehat dan bahagia.” Data dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa masalah gigi yang paling dominan di Indonesia adalah kerusakan gigi dengan persentase 45,3%. Khususnya pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Sulawesi Selatan tercatat sebagai wilayah dengan masalah kesehatan gigi dan mulut yang cukup serius, di mana angka 68,4% jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional yang sebesar 56,9%. Angka-angka ini jelas mencerminkan perlunya upaya peningkatan edukasi serta perubahan perilaku dalam menjaga kesehatan gigi, terutama di kalangan anak-anak. Oleh karena itu, program *Healthier Smile* yang berlangsung dari April 2022 hingga Maret 2023 telah menjangkau lebih dari 20.091 siswa, 475 orang tua, 1.151 guru, dan 155 tenaga kesehatan di wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur. Program yang dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Celosia Marennu Indonesia dan didukung oleh Mars Wrigley Foundation ini bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak dapat belajar dalam keadaan sehat, mendapatkan akses terhadap fasilitas kesehatan yang inklusif dan ramah anak, serta mendorong praktik hidup bersih dan sehat. Hal ini mencakup perhatian khusus pada aspek kesehatan gigi dan mulut. Dalam pelaksanaannya, program *Healthier Smile* juga meluncurkan kampanye 21 perubahan perilaku. Kampanye ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak. Selama 21 hari, anak-anak diajak untuk mengikuti tantangan yang mengharuskan mereka mencatat kegiatan perawatan gigi mereka setiap hari, sehingga diharapkan akan menjadi kebiasaan yang baik bagi mereka di masa depan. ANTARA