MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan (Sulsel) sedang melakukan konsultasi dengan KPU RI terkait lokasi untuk pencabutan nomor urut peserta Pilkada 2024. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kapasitas aula yang ada di kantor KPU Sulsel. Ketua KPU Sulsel, Hasbullah, menjelaskan bahwa pencabutan nomor urut tersebut diarahkan untuk dilaksanakan di Kantor KPU masing-masing. Namun, dia mengungkapkan bahwa kapasitas aula yang tersedia tidak memadai untuk menampung pendukung dua pasangan calon yang akan hadir. Dalam pendaftaran sebelumnya, saat satu pasangan calon mendaftar, ruangannya sudah tidak dapat menampung seluruh pendukung yang datang. "Kami ingin mencari solusi terkait lokasi pencabutan nomor urut, mengingat bahwa jika kami tetap menggunakan aula, jumlah orang yang bisa dibawa masuk sangat terbatas. Kami sudah berkomunikasi dengan pimpinan KPU RI untuk mencari jalan keluar dari masalah ini," ungkap Hasbullah. Saat ini, KPU Sulsel menunggu tanggapan dari KPU RI. Hasbullah telah menyampaikan betapa terbatasnya kapasitas kantor untuk acara penetapan dan pencabutan nomor urut dua pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel. Dia menekankan bahwa meskipun keputusan akhir ada di tangan pimpinan, pihaknya akan tetap menyampaikan kondisi yang dihadapi. "Saya berharap pimpinan KPU RI dapat lebih memahami kondisi yang ada di kantor KPU Sulsel. Seperti yang kami alami saat pendaftaran bakal pasangan calon, kami menghadapi kesulitan dalam menampung pendukung yang datang," ujarnya. Dia menambahkan bahwa seharusnya ada kemungkinan untuk mendapatkan kesempatan khusus dari KPU RI, mengingat keterbatasan ruang di kantor. Hasbullah juga menyatakan bahwa seandainya diharuskan pindah lokasi, pihaknya tidak akan kesulitan untuk mencari tempat lain, seperti hotel yang lebih memadai. Terkait proses pencabutan nomor urut, Hasbullah menyatakan bahwa KPU Sulsel masih menunggu petunjuk teknis dari KPU RI. Meskipun telah menerima surat yang berisi informasi tentang simulasi, dia menegaskan bahwa penentuan nomor urut masih menunggu instruksi resmi. "Proses pemilihan nomor urut akan mengikuti model yang sama seperti pada Pilpres sebelumnya. Kami menggunakan bola dalam sistem pengundian nomor urut. Namun, untuk langkah-langkah teknis selanjutnya, kami masih menunggu rekan-rekan dari Jakarta untuk mengadakan rapat koordinasi." Rencananya, pengundian nomor urut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 23, setelah pelaksanaan penetapan calon pada 22 September 2024. Mengenai kelengkapan berkas, Hasbullah mengonfirmasi bahwa terdapat dua bakal calon yang akan ditetapkan pada tingkat provinsi. Kedua calon tersebut telah menandatangani berita acara hasil pleno perbaikan berkas. Ia juga menyebutkan bahwa meskipun terdapat rencana untuk melaksanakan tiga kali debat kandidat di Kota Pare-pare, Kota Palopo, dan Kabupaten Bulukumba setelah pengundian nomor urut, keputusan final mengenai pelaksanaan tersebut masih perlu dikoordinasikan dengan aparat keamanan. Sebelumnya, KPU Sulsel telah menerima dua pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur saat masa pendaftaran, yaitu Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi Masse dan Moh Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad. ANTARA