JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Perlombaan pertama untuk cabang olahraga arung jeram dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara pada tahun 2024 mengalami penundaan selama 4,5 jam. Penundaan ini disebabkan oleh kenaikan debit air di Sungai Alas, tepatnya di Ketambe, Aceh Tenggara, pada hari Kamis pagi. R.A. Amalia Yunita, selaku Technical Delegate arung jeram PON XXI, menjelaskan bahwa peningkatan debit air tersebut terjadi setelah kawasan Taman Nasional Gunung Leuser diguyur hujan deras dari malam Rabu, 11 September hingga dini hari Kamis. Kondisi yang tidak menguntungkan ini membuat Race Director arung jeram PON XXI, Joni Kurniawan, melakukan peninjauan ulang terhadap jadwal pelaksanaan lomba untuk nomor *down river race* (DRR) kategori R6 bagi putra dan putri, yang seharusnya dimulai pada pukul 09.00 WIB, demi menjaga keselamatan para atlet. Pada pukul 09.00 WIB, tinggi muka air (TMA) di garis start tercatat mencapai 85 cm, jauh melebihi batas normal yang seharusnya berada di angka 40 cm. Akibatnya, perlombaan terpaksa ditunda hingga pukul 12.00 WIB. Namun, ketika waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB, TMA masih berada di level 65 cm, yang membuat perlombaan kembali ditunda hingga pukul 15.00 WIB. Kemudian, pada pukul 14.30 WIB, TMA tercatat menurun menjadi 44 cm. Dalam situasi ini, Race Director memutuskan untuk melanjutkan perlombaan dengan mengubah lokasi garis start dari Muara Gurah ke Ketambe. Joni Kurniawan menegaskan, "Kami tidak menunda hari lomba, tetapi hanya menunda jamnya agar tidak mengganggu jadwal. Namun penundaan ini sangat berkaitan dengan *safety* peserta." Pada perlombaan DRR R6 untuk kategori putra, tim tuan rumah Aceh berhasil menyelesaikan lomba dengan waktu tercepat, yakni 20 menit 45,05 detik, dan berhasil meraih medali emas. Sumatera Utara mengikuti di posisi kedua, memperoleh medali perak dengan selisih waktu 13,92 detik, sementara medali perunggu diraih oleh Kalimantan Selatan dengan catatan waktu 21 menit 12,10 detik. Di kategori putri DRR R6, medali emas berhasil diraih oleh Sumatera Utara dengan waktu finis 22 menit 17,74 detik. Medali perak diraih oleh Aceh dengan waktu 22 menit 35,02 detik, sedangkan Kalimantan Timur meraih perunggu dengan catatan waktu 22 menit 51,95 detik. Penundaan pada start lomba memaksa panitia untuk menunda Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) untuk nomor DRR kategori R6 putra dan putri. Upacara ini dijadwalkan akan dilaksanakan bersamaan dengan penyerahan medali untuk nomor DRR R4 putra dan putri pada hari kedua dari perlombaan yang berlangsung pada hari Jumat. ANTARA