TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tarakan**, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Utara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 21 Pekerja Migran Indonesia (PMI) bersama seorang anak di perairan Tarakan. Penangkapan tersebut terjadi di lokasi dengan koordinat 3°18’17”U - 117°36’01”T dan melibatkan tiga individu yang berinisial A, W, dan A. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat, menyatakan bahwa tindakan tersebut menegaskan komitmen kepolisian dalam mengatasi kejahatan transnasional yang merugikan negara serta melindungi hak warga. Penyelundupan PMI ini menunjukkan pentingnya peran serta kepolisian dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Selama operasi, pihak kepolisian menyita beberapa benda bukti, di antaranya satu unit *speedboat* dengan mesin penggerak Suzuki 175 dan satu mobil Avanza berwarna biru yang telah disiapkan untuk mengangkut para korban. Budi menegaskan bahwa terdapat total 21 orang dewasa dan satu anak yang terlibat dalam kasus ini. Kronologi kejadian bermula dari informasi yang diterima oleh pihak kepolisian sekitar pukul 06.00 WITA pada Senin, 2 September. Masyarakat melaporkan adanya aktivitas mencurigakan terkait keberangkatan sejumlah orang yang diduga akan diselundupkan keluar dari Indonesia secara ilegal. Menanggapi laporan tersebut, personel Ditpolairud Polda Kaltara segera melakukan pemantauan. Pada Kamis, 5 September, pihak kepolisian menemukan *speedboat* berwarna merah-hijau-putih di Sungai Bandara, yang diduga akan digunakan untuk memuat para penyelundup. Mobil Avanza berwarna biru diketahui mengantar calon korban menuju *speedboat* tersebut. Setelah memastikan informasi tersebut, Unit Intel Air bersama dengan Satpolair Polres Tarakan melaksanakan pengejaran terhadap kendaraan yang terlibat. Keberhasilan dalam penangkapan tersebut mengarah pada pengamanan *speedboat* di sekitar perairan Jembatan Besi, Kota Tarakan. Selanjutnya, Ditpolairud Polda Kaltara melakukan penahanan terhadap para pelaku dan barang bukti, disertai dengan interogasi. Dalam penutupan, Budi menegaskan bahwa upaya mencegah penyelundupan PMI sangat penting, terutama di daerah perbatasan. Ia menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat dan koordinasi yang lebih baik di antara semua pihak terkait untuk menghindari terulangnya kasus serupa di masa depan. ANTARA