BORNEONEWS, Sukamara – Harga kebutuhan barang pokok di Pasar Sayur Ikan (Saik) Sukamara dalam satu pekan ini berangsur naik. Seperti harga cabai yang naik 100 persen hingga mencapai Rp100.000 per kilogram.
Ceping, seorang pedagang cabai di Pasar Sayur dan Ikan (Saik) Sukamara menuturkan, saat ini harga cabai memang mengalami kenaikan. Bahkan diperkirakan harganya akan terus bertambah naik.
“Sebelumnya harga cabai berkisar Rp50.000 per kilogram. Saat ini pedagang sudah menjual dengan harga Rp100.000 per kilogram,” kata Ceping, Kamis (28/07/2016).
Ketika ditanyakan penyebab terjadinya kenaikan harga cabai yang cukup tinggi tersebut, Ceping mengatakan bahwa umumnya pedagang hanya mengikuti harga dari pemasok barang.
“Apalagi distribusi pasokan barang kebutuahan untuk wilayah Kabupaten Sukamara sebagian dipasok dari luar daerah seperti dari Pelabuhan Kumai, Pangkalan Bun, sehingga harga bisa semakin tinggi karena menyesuaikan dengan biaya angkut dan pengiriman ke sini,” tukas Ceping.
Sementara itu, Karti seorang pedagang masakan di Jalan Tjilik Riwut mengatakan dengan mahalnya harga cabai saat ini, ia harus mengurangi jumlah takaran cabai yang dimasukan dalam bahan masakan.
“Masakan yang kami sediakan memang mengandalkan citra rasa pedas sehingga memerlukan banyak bahan cabe, namun untuk mengurangi biaya pengeluaran maka terpaksa takaran cabai untuk masakan juga dikurangi,” ucap Karti. (NORHASANAH/m)
Harga Cabai di Pasar Saik Sukamara Tembus Rp100.000 Per Kilogram
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Komentar (0)
Memuat komentar…







