**Borneonews - Bandarlampung**, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional IV Tanjungkarang melaporkan bahwa selama periode Januari hingga Agustus 2024, perusahaan tersebut berhasil mengangkut total sebanyak 18,6 ton barang.
Manajer Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, 18,2 ton diantaranya adalah komoditas batubara yang diangkut menggunakan kereta batu bara dengan rangkaian panjang, atau yang dikenal dengan istilah *babaranjang*.
Menurutnya, jumlah angkutan batubara mengalami peningkatan sekitar 11 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan aspek keselamatan dan penambahan jumlah gerbong batubara dalam satu rangkaian kereta.
Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan pasokan energi dalam negeri tetap terjaga. Ia juga menambahkan bahwa tingkat ketepatan waktu baik untuk keberangkatan maupun kedatangan kereta barang juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Dalam semester I 2024, tingkat ketepatan waktu untuk keberangkatan kereta api barang mencapai 94,04 persen, yang lebih baik dibandingkan dengan 92,31 persen pada semester I 2023. Begitu pula untuk tingkat ketepatan waktu kedatangan yang tercatat sebesar 89,67 persen, meningkat dari 86,88 persen pada tahun sebelumnya.
Perbaikan performa ini dicapai melalui peningkatan mutu operasional secara menyeluruh, termasuk perawatan sarana dan prasarana yang dimiliki. Ketepatan waktu menjadi salah satu poin penting dari layanan transportasi kereta api, yang dikenal bebas dari kemacetan, sehingga menarik minat banyak pelanggan, termasuk para pelaku usaha di sektor komoditas.
Di sisi lain, KAI Divre IV Tanjungkarang juga melayani berbagai komoditas angkutan lainnya, antara lain semen dalam bentuk pallet dan curah, BBM, serta bahan baku kertas.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa penggunaan kereta api untuk angkutan barang memiliki berbagai keunggulan, di antaranya ketepatan waktu, keamanan, kapasitas yang besar, bebas dari pungutan liar, dan dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional.
Sebagai contoh, satu gerbong kereta dapat mengangkut hingga 50 ton, sebanding dengan dua truk kontainer. Lebih lanjut, satu rangkaian kereta angkutan batubara di wilayah Sumatera bagian selatan bahkan mampu menarik hingga 61 gerbong atau sekitar 3.000 ton dalam sekali angkut.
Dengan demikian, angkutan barang menggunakan kereta api terbukti lebih mendukung efisiensi biaya logistik serta membantu mengurangi kemacetan, polusi, dan kerusakan jalan. Kontribusi ini menjadi salah satu langkah KAI dalam meningkatkan daya saing perekonomian global.
ANTARA
KAI Tanjungkarang Angkut 18,6 Ton Barang di 2024, Meningkat 11%
Bagikan:

BANDAR LAMPUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Menperin Yakin Produk UMKM Ramah Lingkungan RI Tembus Pasar Global
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
Komentar (0)
Memuat komentar…







