PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, menyatakan bahwa pelaksanaan acara Kalteng Bershalawat merupakan salah satu langkah strategis untuk menanamkan dan menghidupkan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan di tengah masyarakat daerah ini. Dalam keterangannya, Sugianto berharap bahwa melalui kegiatan ini, semua pihak dapat termotivasi untuk menerapkan prinsip-prinsip kebangsaan dan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan Kalimantan Tengah yang lebih berkah dan sejalan dengan visi Indonesia yang lebih maju. Kalteng Bershalawat diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antar masyarakat, meningkatkan persaudaraan sesama umat Islam, serta menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi sebagai bagian dari upaya meningkatkan pembangunan di sektor keagamaan, khususnya bagi umat Islam. Selain itu, terdapat pula kegiatan lain yang tidak kalah penting, seperti Kalteng Bermazmur yang ditujukan untuk umat Kristiani. Acara Kalteng Bershalawat yang berlangsung di Kuala Kapuas dihadiri oleh Al Mukarram Habib Ali Zainal Abidin Assegaf. Beliau memimpin lantunan *selawat* untuk Nabi Muhammad SAW dan memanjatkan doa agar Kalimantan Tengah dan Indonesia selalu mendapat perlindungan serta keberkahan. Ini merupakan kedatangan keempat kalinya Habib Ali Zainal Abidin Assegaf ke Kalimantan Tengah, setelah sebelumnya mengikuti acara di berbagai daerah seperti Kabupaten Kotawaringin Barat, Kota Palangka Raya, serta Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Selain itu, hadir juga Al Mukarram Habib Ahmad Al Habsyi yang memberikan tausiah kepada para jamaah. Ia mengingatkan umat Islam untuk selalu mencintai Nabi Muhammad SAW, dengan penekanan bahwa cinta tersebut harus ditujukan sepenuhnya dalam rangka meraih ridha Allah SWT. Habib Ahmad juga menyampaikan bahwa untuk mencapai keimanan yang sempurna, seorang Muslim perlu meningkatkan kecintaannya kepada Nabi Muhammad SAW melebihi cinta kepada segala sesuatu di dunia ini. Ia menegaskan bahwa mencintai Nabi Muhammad SAW adalah salah satu jalan untuk meraih ridha Allah SWT, yang pada gilirannya dapat mengantarkan umat Islam kepada pengampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. ANTARA