**Borneonews - Jakarta**, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan penguatan yang signifikan pada Jumat, mengikuti tren positif yang berlangsung di bursa saham kawasan Asia serta pasar global.
IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 11,18 poin, setara dengan 0,14 persen, yang membawa indeks ini ke posisi 7.809,33. Dalam perkembangan serupa, Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami peningkatan, naik 2,12 poin atau 0,22 persen menjadi 960,60.
Menurut analisis yang dilakukan oleh Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas, peluang untuk melanjutkan penguatan IHSG masih terbuka lebar. Hal ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek yang lebih baik di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Perlu dicatat, Bank Indonesia (BI) berencana meluncurkan sebuah lembaga baru bernama *Central Counterparty* (CCP) pada 30 September 2024. Lembaga ini diharapkan dapat meningkatkan volume transaksi valuta asing dan sekaligus menciptakan efisiensi dalam penetapan harga. Meskipun hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, belum terdapat sentimen yang cukup kuat untuk mendorong pergerakan pasar menjelang akhir pekan ini.
Di sisi lain, rilis data terbaru menunjukkan pertumbuhan Indeks Harga Produsen (PPI) untuk permintaan akhir meningkat 0,2 persen pada bulan Agustus, melampaui estimasi pasar yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 0,1 persen. Selain itu, angka inflasi konsumen pada bulan Agustus tercatat tumbuh 2,5 persen *year on year* (yoy), lebih baik dibandingkan dengan ekspektasi yang mengharapkan laju inflasi sebesar 2,6 persen (yoy).
Meskipun inflasi secara keseluruhan menunjukkan pelandaian, hal ini dapat meredakan tekanan yang selama ini dialami pasar tenaga kerja. Sebelumnya, pasar tenaga kerja menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan, serta mengurangi ekspektasi resesi ekonomi yang menjangkit.
Dalam laporan terpisah, klaim awal untuk tunjangan pengangguran di Amerika Serikat tercatat mencapai 230.000 untuk pekan yang berakhir pada 7 September, sejalan dengan proyeksi pasar. Kombinasi kondisi pasar tenaga kerja yang stabil dan tren inflasi yang menurun memperkecil kemungkinan Federal Reserve akan melakukan pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) dalam pertemuan mendatang. Di akhir pekan ini, tidak ada rilis data penting yang dinanti oleh pelaku pasar.
Di Wall Street, bursa saham AS juga menutup perdagangan dengan penguatan. Para investor menunjukkan optimisme terkait kemungkinan penurunan suku bunga dari The Fed yang diperkirakan akan dilakukan secara hati-hati, sebesar 25 basis poin (bps). Indeks S&P 500 (SPX) tercatat naik 42,70 poin atau 0,77 persen, menyentuh angka 5.596,83. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite (IXIC) meningkat sebesar 175,63 poin atau 1,01 persen menjadi 17.571,16, dan indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) mengalami penguatan sebanyak 243,64 poin atau 0,60 persen, menjadikannya berada di posisi 41.105,35.
Mengenai bursa saham regional di Asia, peningkatan dan penurunan terlihat beragam. Indeks Nikkei mengalami penurunan sebesar 218,00 poin atau 0,59 persen, yang membawa indeks ini ke angka 36.615,30. Di sisi lain, indeks Hang Seng meningkat 6,13 poin atau 0,23 persen ke level 17.463,67, dan indeks Shanghai juga mengalami kenaikan yang sama dengan peningkatan 6,13 poin ke 2.723,26. Sementara itu, indeks Straits Times menyaksikan pertumbuhan sebesar 7,61 poin atau 0,21 persen, menghantarkan pada posisi 3.564,14.
ANTARA
IHSG Menguat Didukung Bursa Global dan Data Ekonomi Positif
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Perkuat Ekonomi Keluarga, Pemkab Gumas Tingkatkan Kapasitas Perempuan
Sejumlah Relawan Alami Sesak Napas saat Tangani Karhutla di SMAN 3 Kapuas
Tabrak Bundaran 0 Kilometer Sampit, Sopir Mini Bus Sepakat Biayai Perbaikan
Wamenaker: Standar Kompetensi yang Jelas Dukung Pengembangan SDM
Kabid SMP Dinas Pendidikan Palangka Raya Tekankan Evaluasi PJJ dan Penguatan Tata Kelola Sekolah
Kadinkes Kotim Tegaskan Belum Temukan Kasus Penyakit yang Spesifik Disebabkan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







