JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura,** Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, telah berusaha memperkuat sinergi dengan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP). Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa berbagai program pembangunan yang dirancang untuk Bumi Cenderawasih dapat terlaksana dengan efektif dan efisien. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 12 September, kedua lembaga menyepakati pentingnya menyelaraskan visi dan misi demi kemajuan Papua. Ramses menekankan bahwa untuk memajukan daerah, koordinasi yang solid dan pemahaman yang sama antara Pemprov Papua dan BP3OKP sangatlah penting. Menurutnya, harapan kedepan adalah agar kedua institusi tersebut dapat bekerja sama dengan lebih baik dan sejalan dalam mewujudkan Papua yang lebih baik di masa mendatang. Dia juga mendesak BP3OKP untuk melakukan pengawasan terhadap program-program yang berkaitan dengan pembangunan, pendidikan, serta infrastruktur, guna memastikan bahwa semua inisiatif berjalan sesuai dengan yang telah ditetapkan. "Kami berharap BP3OKP dapat berfungsi sebagai pengarah. Mereka dapat memantau apakah Pemprov Papua sudah berada pada jalur yang benar dalam hal pembangunan," ungkap Ramses. Dengan demikian, diharapkan proses pembangunan di Papua dapat berlangsung dengan lancar. Ramses juga menyoroti pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik antara Pemprov dan BP3OKP. Apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program, kedua pihak dapat berkolaborasi untuk melakukan perbaikan yang diperlukan. Dalam kesempatan yang sama, Alberth Yoku selaku Koordinator BP3OKP menjelaskan bahwa koordinasi dan konsolidasi merupakan aspek krusial, terutama sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 121 terkait pembentukan badan tersebut. Ia menegaskan bahwa BP3OKP adalah lembaga non-struktural yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. "Tugas kami di BP3OKP meliputi sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi, serta koordinasi mengenai berbagai program," lanjut Alberth. Dia juga menambahkan bahwa sinkronisasi sangat diperlukan untuk menangani berbagai tantangan yang dihadapi oleh Penjabat Gubernur Papua, khususnya dalam mengimplementasikan program strategis nasional serta mengatasi masalah-masalah keuangan yang belum sepenuhnya stabil. "Dari pertemuan ini, kami berkomitmen untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada dan membahas langkah-langkah ke depannya,” tutup Alberth. ANTARA