JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo mengungkapkan permintaan maaf kepada seluruh anggota Kabinet Indonesia Maju dalam sesi Sidang Kabinet Paripurna terakhir yang berlangsung di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur. Permohonan maaf ini disampaikan Jokowi pada akhir pengantarnya saat sidang di Istana Garuda pada hari Jumat. Dalam pernyataannya, Presiden menyatakan, "Saya ingin meminta maaf kepada bapak dan ibu semuanya, jika dalam sepuluh tahun terakhir ada hal-hal yang kurang berkenan dalam interaksi kita. Jika ada yang tidak maksimal, sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya." Pernyataan ini diiringi dengan jeda sejenak, di mana Jokowi memandangi para menteri sebelum mengakhiri sambutannya dengan ungkapan, "Saya rasa itu." Seluruh jajaran kabinet tampak hadir dalam Sidang Kabinet Paripurna terakhir tersebut. Beberapa di antaranya termasuk Menteri Pertahanan yang juga Presiden Terpilih RI, Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri BUMN Erick Thohir. Selain mereka, turut hadir juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Anas, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, serta Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. Hadir pula Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Menko Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan. Di antara yang hadir juga terdapat Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, serta beberapa menteri lainnya seperti Mendes PDTT Abdul Halim, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah. Dalam sidang tersebut, Presiden menekankan pentingnya bagi seluruh anggota kabinet untuk menyelesaikan program-program yang telah dirintis selama masa jabatan mereka. Sidang ini menjadi momen penutupan yang berarti bagi Kabinet Indonesia Maju seiring dengan berakhirnya masa kepemimpinan saat ini. ANTARA