BOGOR –
**Borneonews - Depok**, Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) bersama Universiti Tan MARA (UiTM) dari Malaysia terus memperkuat kolaborasi dalam penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan tata ruang perkotaan yang berkelanjutan. Kerja sama ini mencakup penelitian mendalam yang akan menjawab tantangan dan peluang dalam tata ruang modern. Dr. Hayati Sari Hasibuan, yang menjabat sebagai Koordinator Klaster Riset Penataan Ruang dan Kawasan Berorientasi Transit (PR-TOD) di SIL UI, menyoroti dampak pengembangan *Transit-Oriented Development* (TOD) di Jakarta. Menurutnya, pengembangan TOD berkontribusi pada peningkatan harga tanah dan properti, terutama yang berada di sekitar stasiun-stasiun *Mass Rapid Transit* (MRT), *Light Rail Transit* (LRT), dan Commuter Line, yang merupakan titik transit utama di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dr. Hasibuan menambahkan, “Pengembangan kawasan TOD di metropolitan Jakarta mengakibatkan kenaikan signifikan harga lahan dan bangunan, terutamanya di lokasi-lokasi strategis yang terkait dengan transportasi publik. Ini sangat berpengaruh terhadap masyarakat yang tinggal di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.” Dalam perspektif yang lebih luas, Prof. Drs. Raldi H Koestoer, dosen tetap di SIL UI serta Analis Kebijakan Ahli Utama (AKAU), menekankan bahwa kajian mendalam mengenai keterjangkauan harga properti di kawasan TOD sangat penting. Ia menyarankan agar studi ini dilakukan tidak hanya untuk wilayah Jakarta tetapi juga untuk Kuala Lumpur, guna memaksimalkan penggunaan kawasan TOD bagi kelompok masyarakat ekonomi menengah yang bergantung pada sistem transportasi massal. “Keterjangkauan harga properti di sekitar kawasan TOD sangat penting untuk dioptimalkan. Terutama bagi kelompok menengah, yang perlu akses mudah melalui transportasi massal demi meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya. Konsep *Transit-Oriented Development* sendiri mengedepankan integrasi antara hunian, fasilitas umum, dan aksesibilitas transportasi publik. Dengan menggabungkan semua elemen ini, TOD diharapkan dapat menciptakan ruang kota yang ramah bagi penghuninya. Kerja sama penelitian antara UI dan UiTM ini akan diusung dalam suatu seminar yang direncanakan pada 18 September 2024 di Depok. Seminar bertajuk “Future Sustainable City Development on The Change of Jakarta's State Capital Status To IKN: Lessons from Malaysia” ini akan menghadirkan berbagai narasumber dari UiTM. Beberapa di antaranya adalah Dr. TPr. Marlyana Azzyati Marzukhi, Kepala Pusat Studi Perencanaan Kota dan Wilayah, serta Dr. Muhammad Hakim Danial, Dosen Senior di FSPU. Dalam seminar ini, para ahli dari UiTM akan berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pengembangan kota berkelanjutan, sekaligus mempelajari pelajaran dari pembangunan ibu kota baru di Malaysia. Hal ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi rencana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Indonesia. ANTARA