**Borneonews - Lombok Timur**, Calon Gubernur Nusa Tenggara Barat, Sitti Rohmi Djalilah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ummi Rohmi, melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat dengan cara yang unik. Ia berkeliling Kota Selong, Lombok Timur, menggunakan *Cidomo*, alat transportasi tradisional khas Lombok, pada hari Jumat.
Selama perjalanan tersebut, Ummi Rohmi tampak akrab dengan masyarakat setempat yang antusias menyambut kehadirannya. Tindakan ini tidak hanya mencerminkan kedekatan Ummi Rohmi dengan warga, tetapi juga menyoroti potensi *Cidomo* sebagai salah satu sumber pendapatan daerah, khususnya dalam sektor pariwisata.
Dalam kesempatan tersebut, Ummi Rohmi menegaskan pentingnya melestarikan *Cidomo* sebagai bagian dari identitas budaya yang mencerminkan kekayaan warisan lokal. Ia percaya bahwa jika dikelola dengan baik, *Cidomo* dapat berfungsi sebagai sumber pendapatan baru bagi daerah, terkhusus di area yang menjadi tujuan wisata.
*Cidomo* bukan hanya sekadar alat transportasi, tetapi juga simbol budaya kita yang unik dan menarik. Dengan pengelolaan yang sistematis, *Cidomo* dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lokal, ungkap Ummi Rohmi.
Lebih lanjut, ia mengusulkan agar pemerintah daerah memasukkan *Cidomo* dalam paket wisata yang menarik, seperti tur keliling kota atau desa wisata. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas layanan serta memberikan pelatihan dan sertifikasi bagi para kusir *Cidomo*, agar dapat menarik minat wisatawan, baik domestik maupun internasional.
Kita harus memanfaatkan peluang ini untuk mendiversifikasi ekonomi, terutama dalam mendukung kawasan yang merupakan tujuan wisata di NTB. *Cidomo* berpotensi menjadi ikon transportasi wisata yang ramah lingkungan, dan ini sejalan dengan tren global yang semakin memperhatikan isu-isu kelestarian lingkungan, tambahnya.
Berkeliling dan menyapa masyarakat dengan menggunakan *Cidomo* bukanlah hanya strategi untuk menarik perhatian, melainkan juga sebuah misi untuk mengedukasi mengenai pentingnya pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi lokal.
Dukungan terhadap transportasi tradisional seperti *Cidomo* diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Pengembangan sektor pariwisata memang penting, tetapi kita juga tidak boleh melupakan kearifan lokal dan khazanah tradisional yang menjadi simbol kemajuan, tegasnya.
Salah satu kusir *Cidomo* di pasar Selong, Rahman, menyambut positif ide tersebut dan berharap *Cidomo* akan terus lestari serta semakin dikenal luas sebagai salah satu ikonik budaya Lombok yang membanggakan.
Jika dikelola dengan baik, *Cidomo* bisa menjadi ciri khas Lombok yang tidak dimiliki daerah lain. Kami bangga jika *Cidomo* dapat dikenal lebih luas, ujarnya.
Perlu diketahui, *Cidomo* adalah transportasi yang ditarik oleh kuda dan merupakan ciri khas Pulau Lombok dan Kepulauan Gili. Secara fisik, kendaraan ini mirip dengan delman atau andong yang ada di Pulau Jawa, namun dengan perbedaan utama di mana *Cidomo* menggunakan roda mobil bekas, bukan roda kayu. Hingga kini, *Cidomo* masih menjadi salah satu sarana transportasi utama di Pulau Lombok.
ANTARA
Ummi Rohmi Angkat Budaya Lombok Melalui Cidomo di Selong
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







