**Borneonews - [Nama Lokasi/Wilayah/Tempat/Kota]**, Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Linda Thomas-Greenfield, mengungkapkan dukungan negaranya terhadap penambahan dua kursi anggota tetap dari benua Afrika dalam struktur Dewan Keamanan PBB. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum yang diselenggarakan oleh lembaga *Council on Foreign Relations* (CFR) pada tanggal 12 September.
Thomas-Greenfield menjelaskan bahwa saat ini, tiga kursi anggota tidak tetap untuk negara-negara Afrika belum cukup memadai untuk memberikan ruang bagi kontribusi negara-negara tersebut dalam Dewan Keamanan PBB. Ia menegaskan, Dengan demikian, Amerika Serikat mendukung penambahan dua kursi permanen bagi Afrika di Dewan Keamanan PBB. Ini adalah hal yang amat diperlukan oleh rekan-rekan kami di Afrika, dan kami percaya bahwa langkah ini adalah langkah menuju keadilan bagi mereka.
Lebih jauh, Dubes AS tersebut menyoroti bahwa kehadiran dan peran negara-negara Afrika dalam upaya memajukan dunia semakin terlihat jelas. Ia menyebutkan partisipasi Kenya dalam misi keamanan gabungan di Haiti dan kontribusi Gabon dalam pelestarian lingkungan global sebagai contoh nyata dari kepemimpinan benua hitam tersebut. Kepemimpinan Afrika saat ini tidak hanya memberikan manfaat bagi rakyat Afrika, tetapi juga bagi masyarakat global, tambahnya.
Di samping penambahan kursi untuk negara-negara Afrika, Thomas-Greenfield juga mengungkapkan dukungan untuk penambahan satu anggota Dewan Keamanan PBB yang akan mewakili negara-negara kepulauan kecil yang sedang berkembang. Meskipun jumlah negara dalam kategori tersebut hanya meliputi 39, pandangan mereka mengenai isu-isu terkait keamanan dan krisis iklim sangat penting. Hal ini dikarenakan negara-negara tersebut merupakan entitas yang paling rentan terhadap dampak dari kenaikan permukaan air laut.
Thomas-Greenfield mengungkapkan bahwa Amerika Serikat akan lebih terbuka terhadap usulan reformasi Dewan Keamanan PBB, bahkan berencana untuk terlibat langsung dalam proses negosiasi. Ia menyatakan, Selama ini, wacana reformasi Dewan Keamanan PBB hanya sebatas pernyataan verbal belaka. Kini, rekan-rekan dari berbagai negara sepakat bahwa kita harus berhenti hanya berbicara dan mulai mengambil tindakan nyata. Kita perlu menciptakan usulan-usulan yang nyata dan berusaha mewujudkannya menjadi resolusi PBB.
Oleh karena itu, dia menekankan bahwa Amerika Serikat siap untuk terlibat dalam pembahasan naskah usulan tersebut, serta berupaya mengajukan usulan itu ke Majelis Umum PBB. Jika berhasil, langkah tersebut akan dilanjutkan dengan dorongan untuk melakukan amandemen terhadap Piagam PBB, demi mencapai reformasi yang lebih substantif dan inklusif di Dewan Keamanan PBB.
ANTARA
AS Dukung Penambahan Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB untuk Afrika
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
Komentar (0)
Memuat komentar…







