**Borneonews - Hamilton, Kanada** - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres baru-baru ini menegaskan perlunya melakukan reformasi mendesak terhadap lembaga-lembaga global. Dia menggarisbawahi pentingnya pembaruan ini mencakup Dewan Keamanan PBB dan juga sistem keuangan internasional, terutama dalam konteks menghadapi tantangan-tantangan yang relevan di era saat ini.
Pernyataan Guterres disampaikan tepat menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Masa Depan PBB yang akan datang, yang dianggap sebagai momen bersejarah dalam upaya memperkuat multilateralisme. KTT ini dijadwalkan bersamaan dengan Sidang Umum PBB ke-79, sebuah acara besar yang menjadi forum bagi para pemimpin dunia untuk berkumpul dan berdialog.
Melalui sebuah pesan video, Guterres menyampaikan kritikan terhadap struktur kerangka kerja global yang saat ini ada. Dia menilai bahwa sistem tersebut telah menjadi usang dan tidak lagi efektif. Khususnya, Guterres menyoroti ketidakmampuan Dewan Keamanan untuk merefleksikan realitas geopolitik yang terjadi saat ini. "Dewan Keamanan terjebak dalam mesin waktu; arsitektur keuangan internasional telah menjadi ketinggalan zaman dan tidak efisien, sehingga kita tidak siap menghadapi berbagai tantangan yang baru muncul," ungkapnya.
Di balik rencana penyelenggaraan KTT tersebut, yang akan bersamaan dengan pembukaan resmi Sidang Umum PBB ke-79 pada 22 September, terdapat harapan untuk memodernisasi struktur tata kelola global. Guterres menilai bahwa pertemuan ini menjadi langkah signifikan dalam menciptakan sistem multilateralisme yang lebih tangguh dan efektif. Dia menekankan pentingnya memperbarui lembaga-lembaga internasional untuk dapat lebih adaptif dalam menghadapi kondisi politik dan ekonomi saat ini.
Pria kelahiran Lisbon itu juga menggarisbawahi perlunya reformasi pada arsitektur keuangan global. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa sistem keuangan saat ini dapat berfungsi dengan baik dalam konteks ekonomi global dan mampu mengatasi tantangan kontemporer.
Lebih lanjut, Guterres menekankan pentingnya solidaritas dan kolaborasi di tingkat global untuk menangani isu-isu kritis, seperti perubahan iklim, konflik, serta ketimpangan ekonomi yang semakin mencolok. Dia mengharapkan para peserta KTT untuk memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk mengarah kepada multilateralisme yang lebih terhubung, efektif, dan inklusif pada abad ke-21. Dia percaya bahwa KTT tersebut memiliki potensi untuk menciptakan dunia yang lebih aman, berkelanjutan, dan adil bagi semua.
Sidang Umum PBB ke-79 tahun ini diharapkan akan menarik partisipasi sekitar 190 negara. Para pemimpin dunia akan menyampaikan pidato-pidato yang membahas berbagai prioritas global, yang akan menjadi dasar untuk diskusi lebih lanjut mengenai reformasi di tingkat internasional.
ANTARA
Reformasi Penting Lembaga Global Menyambut KTT Masa Depan PBB
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Komentar (0)
Memuat komentar…







