JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hajar, mengingatkan agar Panitia Seleksi Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024–2029 menghindari memilih individu yang memiliki beban yang dapat mempengaruhi integritas mereka. Salah satu beban yang menjadi perhatian ialah beban kelompok. Fickar menekankan pentingnya untuk tidak memilih komisioner yang terikat pada berbagai beban, termasuk utang dan kewajiban kepada pihak luar. Menurutnya, langkah ini esensial untuk memastikan bahwa pimpinan KPK memiliki integritas yang tinggi, mampu bersikap independen, dan dapat berfungsi secara mandiri. Oleh karena itu, faktor kedekatan antara calon pimpinan KPK dengan politisi juga perlu menjadi fokus perhatian dalam proses pemeriksaan latar belakang. Fickar berpendapat bahwa hal ini penting untuk mengukur sejauh mana integritas dan independensi calon tersebut. Lebih lanjut, Fickar juga menilai bahwa perlu diperhatikan untuk tidak memilih komisioner dari kalangan birokrasi. Jika ada sosok yang dianggap menonjol berasal dari lingkungan birokrasi, ia menegaskan bahwa individu tersebut harus sepenuhnya berhenti dari instansi tempatnya bekerja sebelumnya. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pengabdian ganda. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks proses seleksi Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK untuk periode 2024–2029. Pada Rabu, 11 September, Panitia Seleksi mengumumkan bahwa sebanyak 20 calon pimpinan dan 20 calon dewan pengawas telah berhasil melewati tahap tes asesmen. Ketua Panitia Seleksi KPK, Muhammad Yusuf Ateh, menjelaskan di Lobby Gedung Utama, Kementerian Sekretariat Negara, bahwa tes asesmen dilaksanakan pada tanggal 28 dan 29 Agustus 2024, diikuti oleh 40 calon pimpinan dan 40 calon dewan pengawas KPK. Peserta yang dinyatakan lulus diharuskan melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya yang mencakup wawancara serta tes kesehatan fisik dan mental. Yusuf Ateh juga menginformasikan bahwa wawancara dan tes kesehatan untuk calon pimpinan akan dilakukan pada tanggal 17 dan 18 September 2024, sedangkan untuk calon dewan pengawas, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 19 dan 20 September 2024. ANTARA