PALANGKARAYA –
**Borneonews - Sampit**, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Habaring Hurung yang beroperasi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menjalin kerjasama dengan maskapai NAM Air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam sektor transportasi udara. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kotim, Rody Kamislam, menjelaskan bahwa BUMD Habaring Hurung berfungsi sebagai perwakilan pemerintah daerah. Kegiatan yang berkaitan dengan bisnis ini dikelola oleh BUMD agar lebih terstruktur dan efektif. Rody mengungkapkan rincian kerjasama tersebut, yang mencakup *block seat*, yaitu pengisian tiket pesawat. Misalnya, jika NAM Air meminta 100 kursi penumpang untuk setiap penerbangan, maka jika jumlah penumpang melebihi target tersebut, keuntungan akan diperoleh oleh BUMD. Namun, jika tercapai kurang dari jumlah tersebut, maka subsidi yang telah disepakati sebelumnya akan diberlakukan untuk menutupi kekurangan. Lebih lanjut, Rody mengemukakan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya kebutuhan pelayanan penerbangan untuk rute Sampit-Surabaya. Keberadaan BUMD Habaring Hurung juga didukung oleh penyertaan modal dari pemerintah daerah, sehingga memudahkan pengelolaan dan operasionalnya. Rody juga menambahkan bahwa keputusan ini telah melalui kajian mendalam oleh konsultan pihak ketiga. Pemerintah daerah optimis bahwa kerjasama ini akan berjalan lancar dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan daerah. Maskapai NAM Air akan meluncurkan rute penerbangan dari Bandara Haji Asan Sampit menuju Surabaya pada 13 September 2024 dengan penawaran tarif tiket yang lebih terjangkau dibandingkan dengan tarif dari daerah tetangga. Sebelumnya, Achmad Yani Azwar, Pejabat Sementara Direktur Niaga NAM Air, menekankan harapannya agar para penumpang yang sebelumnya melakukan perjalanan melalui bandara di Palangka Raya dan Pangkalan Bun kini dapat memilih untuk terbang dari Sampit. Ia optimis bahwa jarak yang lebih dekat antara Sampit dan Surabaya akan berdampak pada harga tiket yang lebih bersaing. Awalnya, NAM Air merencanakan untuk memulai penerbangan rute Sampit-Surabaya pada akhir Oktober. Namun, berkat permintaan dari pemerintah daerah, penerbangan dapat dimulai lebih awal dari jadwal yang direncanakan, yaitu pada 13 September 2024. Pada tahap awal, frekuensi penerbangan rute ini akan dilakukan dua kali dalam seminggu, yakni setiap hari Senin dan Jumat. Rencananya, pada akhir Oktober, frekuensi penerbangan akan ditingkatkan menjadi empat kali seminggu, mencakup hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Achmad Yani mengungkapkan bahwa pihaknya telah lama mempertimbangkan rute Sampit-Surabaya karena potensi yang besar dalam hal angkutan penumpang maupun barang. Ia menyatakan bahwa permintaan dari pemerintah daerah semakin mendorong mereka untuk segera merealisasikan rute ini, mengingat saat ini tidak ada pesawat lain yang melayani rute tersebut. “Harapan kami setiap penerbangan dapat terisi setidaknya 90 persen, sehingga kami mampu melanjutkan layanan ini secara berkelanjutan. Untuk harga tiket, kami perkirakan sekitar Rp1.200.000 lebih,” ungkap Achmad Yani. ANTARA