TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Inovasi sederhana Pemerintah Desa Nagaleah di Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur berhasil mengubah wajah ekonomi desa.

Siapa sangka, penjualan voucher data internet yang dijalankan pemerintah desa (Pemdes) sejak tahun 2020 ini menjadi salah satu mesin penggerak utama pendapatan asli desa (PAD).

Nagaleah, dengan penduduk yang hanya berjumlah 689 jiwa telah mencatatkan keuntungan ratusan juta rupiah setiap tahun. 

Kepala Desa Nagaleah, M Subli, memaparkan bahwa unit usaha yang dikelola bersama operator seluler Telkomsel ini berhasil mencatatkan pendapatan yang terus meningkat. 

“Pada 2020 kami mendapatkan keuntungan Rp129.430.000, kemudian naik menjadi Rp139.642.000 pada 2023,” jelasnya, Jumat, 13: September 2024.

Meski tampak sederhana, inovasi ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin bergantung pada internet.

Voucher internet yang dijual pun variatif, mulai dari paket 1 hari seharga Rp6.000 hingga paket 1 bulan seharga Rp120.000. Harga yang terjangkau ini membuat voucher internet menjadi kebutuhan pokok bagi warga, termasuk para pelajar dan pekerja.

Keuntungan dari penjualan voucher internet ini juga telah memberi dampak nyata bagi masyarakat. PAD dari penjualan voucher digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pendidikan dan keagamaan di desa. 

“Operasional TK/TPA kami dibiayai dari PAD, termasuk kegiatan keagamaan dan kegiatan lain yang tidak bisa dianggarkan dari ADD atau DD,” ungkap Subli.

--page

Keberhasilan Desa Nagaleah ini adalah contoh nyata bagaimana sebuah desa bisa memanfaatkan peluang di era digital. Inovasi kecil, jika dikelola dengan baik, mampu memberikan perubahan besar. 

Subli sendiri masih memiliki mimpi besar untuk desanya. Ia berharap PAD terus meningkat melalui pengembangan unit usaha yang ada serta eksplorasi unit usaha baru.

“Kami punya impian Desa Nagaleah menjadi desa yang maju dan berkah,” ujarnya penuh optimisme. (BOLE MALO/R)