JAKARTA –
**Borneonews - Nusantara**, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan terakhir dengan kabinetnya yang disebut Kabinet Indonesia Maju pada pagi hari Jumat. Pertemuan ini berlangsung di Istana Garuda, menandai momen penting dalam perjalanan kepemimpinannya. Dalam pernyataannya pada awal pertemuan, Jokowi menekankan bahwa ini merupakan pertemuan kabinet penutup. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang dalam kepada seluruh menteri kabinet atas dedikasi serta kerja keras mereka dalam melaksanakan tugas untuk bangsa dan menjalankan program serta visi yang telah ditetapkan. Presiden Jokowi menjelaskan bahwa kabinet tersebut akan resmi dibubarkan pada tanggal 20 Oktober 2024, saat Prabowo Subianto dilantik dan secara resmi menggantikan posisi kepresidenan. Hal ini menandakan adanya transisi kepemimpinan yang harus dipersiapkan dengan baik. Lebih lanjut, Jokowi mengingatkan para menteri untuk memastikan keberlanjutan program-program dan kebijakan yang sedang berjalan. Ia juga menekankan pentingnya menyelesaikan tugas-tugas yang belum rampung di bulan terakhir masa jabatan mereka. Dalam sambutannya, Jokowi secara khusus menggarisbawahi perlunya menjaga daya beli masyarakat, pertumbuhan ekonomi yang sedang berlanjut, serta stabilitas keamanan dan ketertiban. Ia mengingatkan para menteri untuk tidak menerapkan kebijakan yang terlalu ekstrem, terutama yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, yang dapat berpotensi merugikan rakyat atau menimbulkan perpecahan. Menyongsong bulan terakhir masa jabatannya, Jokowi memulai aktivitasnya di ibu kota baru, Nusantara, sejak Kamis (12 September) dan akan terus melaksanakan tugasnya hingga 19 Oktober 2024. Selama periode tersebut, ia juga berencana untuk melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah di Indonesia, guna memastikan bahwa setiap program nasional mencapai tujuannya dengan baik. ANTARA