JAKARTA –
**Borneonews - Medan**, Pesilat Antonius Efren Tuke Eduk berhasil menyumbangkan medali emas kedua bagi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada cabang pencak silat dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024. Kemenangan tersebut diraih setelah ia mengalahkan pesilat asal Jawa Timur, Muchamad Ilyasya, dengan skor meyakinkan 20-4 di GOR Veteran, Medan, pada hari Jumat. Pertandingan yang berlangsung sengit ini diawali dengan kedua pesilat tampil agresif. Sejak awal, Antonius menunjukkan keunggulan dengan mencetak poin pertama dan membuka skor menjadi 3-0. Ia terus mendominasi jalannya pertandingan, melakukan sejumlah gerakan jatuhan yang efektif untuk memperlebar jarak poin dari lawan. Muchamad, yang berusaha untuk mengejar ketertinggalan, justru mengalami pengurangan poin dan sempat terjatuh ke angka -1 akibat pelanggaran yang dikenakan oleh juri. Dengan keunggulan poin yang semakin signifikan, Antonius mampu menunjukkan performa yang lebih percaya diri dan terus menambah koleksi poinnya hingga mencapai total 20. Sementara itu, Muchamad hanya berhasil meraih empat poin dalam pertandingan tersebut. Kemenangan Antonius menambah koleksi medali emas untuk NTT menjadi dua. Sebelumnya, pesilat putri, Andini Cahyadewi Aklis, juga berhasil meraih medali emas pertama untuk NTT dari kategori tanding kelas A +44 s/d 50 kg putri setelah mengalahkan pesilat Jakarta, Suci Wulandari, dengan skor tipis 31-29 dalam pertandingan final yang penuh ketegangan. Berkat perolehan dua medali emas tersebut, kontingen NTT sejauh ini telah mengumpulkan total tujuh medali, yang terdiri dari dua emas, satu perak, dan empat perunggu. Cabang pencak silat pada PON Aceh-Sumut 2024 telah berlangsung dari 9 hingga 13 September, mempertandingkan 22 nomor dengan diikuti oleh 264 atlet dari 32 provinsi di seluruh Indonesia. ANTARA