**Borneonews - Jakarta**, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Ratna Susianawati, menegaskan betapa pentingnya penerapan edukasi seksual sejak tahap awal kehidupan untuk mengurangi potensi terjadinya kasus kekerasan seksual. Ia menyatakan bahwa salah satu langkah penting dalam memerangi kekerasan seksual adalah dengan meningkatkan pemahaman tentang edukasi seksual, meningkatkan kesadaran hukum di kalangan masyarakat, serta memastikan dukungan psikologis dan perlindungan yang lebih baik bagi para korban.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ratna terkait dengan insiden dugaan kekerasan seksual dan pembunuhan yang menimpa seorang perempuan muda berinisial NKS berusia 18 tahun di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Ia menanggapi penuh keprihatinan atas kasus tragis tersebut, yang mencerminkan kebutuhan mendesak bagi masyarakat untuk lebih memahami pentingnya pencegahan kekerasan melalui pendidikan yang tepat.
Ratna juga menekankan perlunya memperketat pengawasan serta memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku kekerasan. Lebih jauh, ia mendorong terciptanya lingkungan sosial yang aman dan inklusif di masyarakat untuk melindungi setiap individu dari tindakan kekerasan.
KPPPA berinisiatif untuk mengajak masyarakat yang mengalami atau mengetahui kasus kekerasan untuk tidak ragu melapor kepada lembaga yang memiliki wewenang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Lembaga-lembaga tersebut antara lain UPTD PPA, penyedia layanan berbasis masyarakat, dan kepolisian.
"Jika masyarakat melihat adanya tindak kekerasan yang menimpa perempuan dan anak, mereka dapat melaporkan melalui *hotline* Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 atau melalui WhatsApp di nomor 08-111-129-129. KPPPA akan mengambil langkah proaktif untuk mengawal kasus ini hingga tercapai penyelesaian yang tuntas," ujar Ratna Susianawati.
Dalam perkembangan terbaru, telah ditemukan jenazah seorang perempuan berinisial NKS yang dikubur tanpa busana di daerah Padang Pariaman. Lokasi tempat korban dikubur terletak sekitar 1,5 kilometer dari rumahnya. Saat ini, Polres Padang Pariaman masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut.
Kisah tragis NKS, yang dikenal sebagai pedagang gorengan, menunjukkan bahwa ia diduga menjadi korban kekerasan seksual sebelum akhirnya kehilangan nyawanya di tangan pelaku. Kejadian ini tentunya menjadi pintu masuk bagi diskusi lebih luas mengenai perlunya tindakan pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual di masyarakat.
ANTARA
Pentingnya Edukasi Seksual untuk Cegah Kekerasan Seksual pada Perempuan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







