BATAM –
**Borneonews - Batam**, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberikan instruksi kepada semua wilayah untuk meningkatkan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (*PSN*) dan mendorong gotong royong dalam rangka pencegahan kasus Demam Berdarah Dengue (*DBD*). Melalui langkah ini, diharapkan dapat menekan laju penularan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut. Kepala Dinkes Kepri, Moh. Bisri, dalam keterangannya di Batam, menjelaskan bahwa pada pekan pertama September 2024, teridentifikasi adanya kasus positif DBD di dua daerah, yaitu Kota Batam dan Kabupaten Karimun. "Kami telah meminta agar dilakukan *PSN* dan kegiatan gotong royong secara intensif," ujarnya. Rangkaian laporan bulanan mengenai kasus DBD di Provinsi Kepri untuk tahun 2024 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada bulan Agustus, tercatat 203 kasus positif DBD, dengan angka terendah terjadi pada bulan April, yaitu sebanyak 28 kasus positif. Data ini menunjukkan bahwa semua kabupaten/kota di Kepri mengalami kenaikan dalam jumlah kasus positif DBD. Selama periode Januari hingga Agustus, Batam mencatatkan jumlah kematian tertinggi akibat penyakit ini, yaitu 7 kasus, sementara di Tanjungpinang terjadi satu kematian. Pada bulan September ini saja, Kota Batam melaporkan 15 kasus, sedangkan Kabupaten Karimun mencatatkan 10 kasus positif DBD. Moh. Bisri menekankan pentingnya mengaktifkan *PSN* dan gotong royong, yang terbukti efektif dalam menekan kasus DBD. Ia mencatat bahwa terjadi penurunan jumlah kasus positif dari bulan Juli ke Agustus. Juli tercatat 203 kasus positif dengan satu kematian, sedangkan Agustus mengalami penurunan menjadi 159 kasus positif dan tidak ada kematian. Dinkes Kepri juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama pada saat terjadi perubahan cuaca. Saat ini, Kepri sudah memasuki musim hujan, yang memerlukan peningkatan aktivitas dalam *PSN*. Masyarakat diharapkan dapat membersihkan lingkungan mereka, seperti kamar mandi yang sering menjadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk dengan melakukan *abatisasi*. Selain itu, penting juga untuk membuang sampah yang bisa menampung air hujan dan membersihkan gorong-gorong. Tak hanya itu, Dinkes Kepri juga memberikan arahan kepada seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas pembantu, puskesmas, dan rumah sakit, untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan lonjakan kasus DBD. "Kami meminta agar fasilitas kesehatan segera memberikan pertolongan bagi siapa saja, terutama anak-anak yang mengalami demam selama dua hari, untuk segera dibawa ke puskesmas terdekat," kata Bisri, menutup keterangannya. ANTARA