**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengumumkan kolaborasi investasi dengan Brasil yang akan menargetkan pengembangan 100.000 ekor ternak sapi perah tropis dari Brasil di tanah air. Nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp4,5 triliun ini bertujuan untuk meningkatkan produksi susu domestik.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa keberadaan investor asal Brasil akan berkontribusi dalam menciptakan swasembada daging dan susu di Indonesia. Dalam rilis yang diterima di Jakarta, dia menekankan, "Investasi ini merupakan salah satu langkah menuju penuhi kebutuhan protein daging sapi dan susu secara lokal, tanpa bergantung pada impor."
Penandatanganan nota kesepahaman untuk kerjasama ini melibatkan PT Asiabeef Biofarma Indonesia (Asiabeef) dan Agropecuaria 31 (31 Group). Dalam pernyataannya, Amran menambahkan bahwa investasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan di sektor peternakan.
Dalam pembicaraan yang berlangsung dengan Menteri Pertanian Brasil, Carlos Favaro, disebutkan bahwa Brasil berencana segera mengirimkan sejumlah pengusaha peternakan besar ke Indonesia. Kehadiran para pengusaha ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merancang kesepakatan lanjutan berkaitan dengan pengembangan sektor peternakan di Indonesia.
Pertemuan bilateral ini dilangsungkan pasca kehadiran Amran dalam pertemuan G20 tentang Pertanian di Chapada Dos Guimaraes, Brasil. Ia menegaskan pentingnya transformasi sistem pertanian dan pangan di Indonesia yang telah memberikan hasil yang signifikan, termasuk pencapaian swasembada beras pada tahun-tahun 2017, 2019, 2020, dan 2021. Selain itu, surplus produksi jagung, bawang merah, kelapa sawit, ayam, dan telur dalam beberapa tahun terakhir juga turut memenuhi kebutuhan pangan untuk 281 juta penduduk Indonesia.
Dalam menghadapi tantangan global seperti pertumbuhan populasi yang diproyeksikan mencapai 8,6 miliar pada tahun 2030, Amran menekankan pentingnya langkah strategis dalam sektor pertanian. Kita perlu meningkatkan produksi pangan sembari menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang semakin menipis, ujarnya.
Untuk mencapai hal tersebut, dia menyarankan agar Indonesia mengadopsi pendekatan yang fleksibel dan inovatif dalam meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan pangan, dengan memanfaatkan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan teknologi terbaru. Amran juga turut mengajak anggota G20 lainnya untuk sama-sama berupaya memajukan sistem pertanian dan pangan yang mampu bertahan di tengah tantangan global.
"Melalui kolaborasi dan pertukaran praktik terbaik, kita dapat mengatasi berbagai tantangan, mendukung inklusivitas, dan menciptakan masa depan yang lebih adil serta berkelanjutan," tutupnya.
ANTARA
Kerja Sama Investasi Indonesia-Brasil Kembangkan Sektor Peternakan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Komentar (0)
Memuat komentar…







