**Borneonews - Ternate**, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate, telah mengeluarkan peringatan bagi para pengguna transportasi laut terkait potensi gelombang tinggi di empat wilayah perairan.
Koordinator Data dan Informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah, Zaky Alin Nuary, mengungkapkan bahwa gelombang tinggi dapat mencapai ketinggian 2,5 meter. Fenomena ini dipicu oleh peningkatan kecepatan angin yang dipengaruhi oleh siklon tropis *Bebinca* yang bergerak ke arah Barat Laut di Samudera Pasifik. Kecepatan angin di wilayah Maluku Utara dapat mencapai 45 km/jam, serta peningkatan tinggi gelombang yang diperkirakan terjadi dari 13 hingga 17 September 2024.
Zaky juga menyoroti bahwa potensi angin kencang dapat berpengaruh pada beberapa daerah, termasuk Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, serta Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Utara, dan Pulau Morotai. Dalam hal ini, daerah perairan seperti Loloda, Batang Dua, Obi, serta Morotai diimbau untuk waspada terhadap kondisi yang bisa membahayakan.
Tinggi gelombang yang diperkirakan mencapai 2,5 meter ini dapat berisiko terhadap rute pelayaran Ternate-Loloda, Ternate-Morotai, serta Ternate-Sofifi dan rute-rute lain yang berhubungan. Oleh sebab itu, BMKG meminta kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di laut dan menjauhi kawasan yang berpotensi berbahaya, seperti di sekitar pohon-pohon tua yang dapat tumbang akibat angin kencang.
Zaky menegaskan betapa pentingnya masyarakat, khususnya yang beraktivitas di perairan Maluku Utara, untuk tetap waspada. Dia mengingatkan bahwa terdapat risiko tinggi terkait keselamatan pelayaran, terutama untuk jenis kapal tertentu. Misalnya, perahu nelayan dengan kecepatan angin di atas 15 knot dan gelombang pada ketinggian lebih dari 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin melebihi 16 knot, dan kapal feri yang dapat terganggu jika kecepatan angin lebih dari 21 knot dengan gelombang di atas 2,5 meter.
Sementara itu, Sugandi yang menjabat sebagai Kepala Seksi Keselamatan Berlayar dan Patroli KSOP Kelas II Ternate menginformasikan bahwa akibat tingginya gelombang, aktivitas pelayaran rute Ternate-Jailolo mengalami penutupan. Penutupan tersebut didasarkan pada laporan yang dihasilkan oleh BMKG, yang menyatakan bahwa gelombang di perairan tersebut dapat mencapai ketinggian 2,5 meter, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pelayaran pada rute tersebut.
ANTARA
Peringatan BMKG, Waspadai Gelombang Tinggi di Maluku Utara
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







