PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Camat Bukit Batu, Hendrikus Satria Budi menyerukan penghentian penggunaan merkuri dalam penambangan emas skala kecil di wilayahnya.

Permintaan tersebut dilatarbelakangi oleh dampak buruk merkuri bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

"Penggunaan merkuri dalam penambangan emas telah menjadi perhatian serius pemerintah," katanya, Jumat, 13 September 2024.

Zat beracun ini dapat mencemari air, tanah, dan udara, serta memberikan dampak buruk bagi ekosistem dan kesehatan manusia, termasuk risiko gangguan saraf dan organ vital lainnya.

Hendrikus menekankan Pemko Palangka Raya terus berupaya mengurangi dan menghapus penggunaan merkuri, terutama di kalangan penambang emas skala kecil.

"Kami ingin masyarakat sadar bahwa ada cara lain untuk menambang emas yang lebih aman dan tidak merusak lingkungan," tegasnya.

Dalam menangani masalah merkuri, Hendrikus menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

"Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi penggunaan merkuri, termasuk memberikan sosialisasi dan pendampingan teknis bagi para penambang," jelasnya.

Ia berharap masyarakat dapat memahami bahaya merkuri dan mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi masalah ini.

"Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan kesehatan kita," ajaknya.

Melalui upaya bersama, diharapkan penggunaan merkuri dalam penambangan emas di wilayah Bukit Batu dapat dihentikan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (HENDRI/R)