**Borneonews - Semarang**, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, mengungkapkan harapannya agar Universitas Diponegoro (Undip) bersama Rumah Sakit Kariadi di Semarang dapat menghasilkan lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang tidak terlibat dalam tindakan perundungan. Dalam kesempatan kunjungannya ke RS Kariadi, pada hari Jumat, ia menekankan pentingnya lulusan tersebut untuk memiliki integritas dan tidak terpengaruh oleh perilaku negatif.
Irma menyatakan bahwa keberadaan lulusan PPDS yang berpotensi menjadi pelaku perundungan akan menciptakan pola pikir yang pragmatis. Hal ini, lanjutnya, dapat memberikan dampak buruk terhadap pasien yang dilayani. Ia juga menegaskan bahwa penanganan kasus dugaan perundungan ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi rumah sakit lainnya untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
RS Kariadi perlu menjadi contoh dalam menanggulangi perundungan, tuturnya. Ia merujuk pada insiden dugaan perundungan yang melibatkan mahasiswi PPDS Anastesi dari Undip, yang beliau anggap sebagai momentum untuk melakukan perbaikan dalam sistem pengelolaan, proses perekrutan, serta pengaturan jam kerja di program dokter spesialis di rumah sakit tersebut.
Lebih lanjut, Irma menyarankan agar para mahasiswa diberikan jadwal yang seimbang antara belajar dan praktik, tanpa mengabaikan waktu untuk istirahat. Hal ini penting untuk mengurangi stres yang mereka alami, imbuhnya.
Sementara itu, Mahabara Yang Putra, Direktur Layanan Operasional RS Kariadi Semarang, menginformasikan bahwa saat ini pelaksanaan PPDS Anastesi dari Fakultas Kedokteran Undip di rumah sakit tersebut tengah dihentikan sementara. Meski PPDS ini tidak beroperasi, aktivitas lainnya di rumah sakit tetap berjalan dengan baik, ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun ada penghentian sementara di RS Kariadi, proses belajar di luar rumah sakit masih tetap berlangsung. Pada saat yang sama, kasus dugaan perundungan yang terjadi di PPDS Anastesi Undip sedang dalam penanganan pihak kepolisian. Kami sedang mengidentifikasi oknum yang melakukan tindakan perundungan tersebut, katanya.
ANTARA
DPR RI Dorong Undip dan RS Kariadi Ciptakan Dokter Beretika
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







