BORNEONEWS, Palangka Raya - Lurah Panarung, Evi Kahayanti, memimpin mediasi sengketa sarang walet di wilayah Panarung, yang digelar di Aula Kecamatan Pahandut, Jumat 13 September 2024.
Pertemuan ini dihadiri warga yang merasa dirugikan dengan aktivitas pengelolaan sarang walet dan pemilik usaha yang beroperasi di daerah tersebut.
Sengketa ini telah berlangsung selama beberapa bulan, di mana warga mengeluhkan dampak negatif dari aktivitas usaha sarang walet, seperti kebisingan dan pencemaran lingkungan.
Warga juga khawatir terhadap potensi gangguan kesehatan akibat suara dari alat pemanggil burung walet yang beroperasi sepanjang hari. Di sisi lain, pengusaha sarang walet berpendapat bahwa usaha mereka telah mengikuti regulasi yang ada.
Dalam mediasi tersebut, Lurah Panarung berperan sebagai fasilitator yang berusaha menemukan titik temu antara kedua belah pihak.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap masalah dapat diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat, saya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat," katanya, Jumat, 13 September 2024.
Lurah Evi menyarankan agar dilakukan peninjauan kembali terhadap izin usaha sarang walet yang ada di wilayah Panarung.
"Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan bahwa semua peraturan dan ketentuan mengenai usaha ini dipatuhi, serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar," tegasnya.
Proses mediasi berlangsung dengan penuh diskusi antara pihak-pihak yang terlibat. Beberapa solusi yang muncul dalam pertemuan tersebut antara lain usulan untuk membatasi jam operasional alat pemanggil walet, serta upaya untuk meningkatkan isolasi suara di bangunan sarang walet guna mengurangi kebisingan yang dirasakan warga.
Warga yang hadir dalam mediasi menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat yang diambil oleh Kelurahan Panarung dalam menyikapi keluhan mereka.
Mediasi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut diharapkan dapat menjadi awal dari solusi yang lebih permanen untuk mengatasi permasalahan yang ada.
"Ke depannya, saya berjanji akan terus mengawal proses ini hingga tercipta kesepakatan yang adil bagi semua pihak yang terlibat," pungkasnya. (PATHUR/j)








