JAKARTA –
**Borneonews - Merauke**, Komandan Satuan Tugas Badan Koordinasi Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa program lumbung pangan nasional yang melibatkan pengembangan 1 juta hektar lahan pertanian di Merauke, Papua Selatan, adalah inisiatif strategis nasional. Program ini tidak terkait dengan investasi atau proyek swasta, melainkan dijalankan atas nama negara. Dalam kunjungannya ke masyarakat Kampung Wogikel dan Kampung Wanam di Distrik Wanam, Rizal menyampaikan bahwa pembangunan lahan pertanian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedalaman Papua, khususnya di kawasan Merauke. Ia menjelaskan bahwa alasan pemilihan Merauke sebagai lokasi program ini adalah karena potensi luar biasa sumber daya pertanian yang ada di sana. Kawasan ini memiliki lahan yang luas, datar, subur, dan didukung oleh sumber air yang melimpah serta kondisi cuaca yang sangat mendukung untuk budidaya padi sepanjang tahun. Rizal menambahkan bahwa program cetak sawah seluas 1 juta hektar di Merauke diharapkan memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat. Pembangunan lahan tersebut juga akan dilengkapi dengan pembangunan infrastruktur yang penting, seperti jalan dan jembatan, serta fasilitas umum dan sosial yang akan mendukung keberadaan masyarakat dari tingkat kampung hingga kabupaten. Dalam pertemuan tersebut, hadir juga Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Hermanto, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan lembaga masyarakat adat. Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga mengunjungi Distrik Wanam pada akhir Agustus 2024. Dalam kesempatan itu, Menteri Amran menjelaskan bahwa Merauke diproyeksikan menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan beras nasional dalam waktu dua tahun ke depan dan optimis akan mencapai swasembada pangan. Sebagai bagian dari program cetak sawah ini, infrastruktur pendukung dibangun, termasuk jalan sepanjang 135,5 kilometer dari Ilwayab hingga Ngguti. Menteri Amran juga menekankan pentingnya pengecekan saluran air di sepanjang jalan tersebut, dengan instruksi untuk meningkatkan lebar dan kedalaman saluran guna mengoptimalkan irigasi yang akan menyuplai 1 juta hektar lahan pertanian yang sedang dibangun. “Desain sistem irigasi ini kita rencanakan sebagai *long storage* untuk mendukung kebutuhan air bagi 1 juta hektar sawah yang akan dikelola,” pungkasnya. ANTARA