BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan tanggapan terkait lima bakal pasangan calon (bapaslon) wali kota dan wakil wali kota menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Masa tanggapan ini merupakan bagian dari proses untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam tahapan pemilihan. Anggi Stephensent, selaku Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Bengkulu, menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin memberikan masukan bisa melakukannya melalui sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) atau melalui situs web *helpdesk* KPU Kota Bengkulu. Proses pengumpulan tanggapan dari masyarakat ini dianggap sangat krusial oleh Anggi sebelum KPU menetapkan bapaslon sebagai pasangan calon resmi untuk position wali kota dan wakil wali kota. Ia menekankan pentingnya tahapan ini sebagai bagian dari praktik demokrasi yang transparan, adil, dan jujur, di mana masyarakat memiliki hak untuk menilai kelayakan masing-masing bapaslon dalam mengikuti ajang pilkada. Anggi juga menyebutkan bahwa masukan yang dapat diberikan oleh masyarakat mencakup berbagai aspek, antara lain latar belakang pendidikan, masalah utang piutang, serta informasi lain yang relevan dengan syarat pencalonan. Setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku, termasuk melakukan klarifikasi berkenaan dengan kelengkapan berkas persyaratan bapaslon yang bersangkutan. Saat ini, KPU Kota Bengkulu sedang melakukan verifikasi administrasi terhadap lima bapaslon yang telah diajukan. Di antara bapaslon tersebut terdapat Deddy Ermansyah dan Nuragiyanti Dewi Permatasari, yang didukung oleh tiga partai politik, yaitu Partai Demokrat, Partai Nasional Demokrat (NasDem), serta Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Kemudian, terdapat pasangan Dani Hamdani dan Sukatno, yang diusung oleh dua partai politik, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Selanjutnya, Benny Suharto dan Fahrizal mendapatkan dukungan dari beberapa partai politik, termasuk Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Buruh, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garda Republik Indonesia (Garuda), Partai Ummat, serta Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dua bapaslon lainnya adalah Ariyono Gumay dan Harialyyanto Nurcahyo Ardhi, yang mencalonkan diri melalui jalur independen, serta Deddy Wahyudi dan Rony Tobing yang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). ANTARA