JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keinginannya untuk mendarat di Bandara Nusantara yang terletak di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan ke wilayah tersebut pada Kamis, 12 September. Dalam sambutannya pada acara peresmian Hotel Nusantara Swissotel dan peletakan batu pertama *groundbreaking* Nusantara Mall Duty Free di IKN, Jokowi menyatakan, "Saya kemarin sebetulnya ingin turun di *airport* baru, tetapi ternyata belum memungkinkan dan harus dicoba lagi dengan pesawat yang sama dengan yang kita pakai ini." Jokowi menjelaskan bahwa Bandara Nusantara masih memerlukan serangkaian uji coba dengan pesawat lain sebelum ia bisa melakukan pendaratan dengan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. Ia menambahkan, "Masih menunggu percobaan *landing* dan *take off* dari pesawat-pesawat yang akan mencobanya, jadi memang pesawat yang kita tumpangi belum bisa turun di Bandara Nusantara." Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, sebelumnya menyampaikan bahwa Bandara Nusantara akan menjalani uji coba pendaratan menggunakan pesawat RJ-85 sebelum digunakan untuk aktivitas Presiden. "Tadi pagi Pak Menhub sudah mendarat di sini dengan (pesawat) Cessna. Nah sekarang sedang diupayakan untuk diuji coba dengan RJ-85 yang dipunyai oleh Pelita Air," ungkap Basuki saat ditemui di Istana Negara IKN pada Kamis, 12 September. Basuki, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Otorita IKN (OIKN), melanjutkan dengan menyatakan bahwa Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, telah memberikan laporan kepada Presiden Jokowi mengenai kesiapan bandara di IKN untuk mendaratkan pesawat. Menurut Basuki, laporan dari pilot yang menerbangkan pesawat Cessna menyebutkan bahwa bandara memiliki aspal yang memenuhi standar. "Menurut Pak Menhub yang dilaporkan ke Presiden, bandaranya menurut pilotnya itu bagus, jadi menggigit aspalnya yang dirasakan oleh pilotnya," kata Basuki menegaskan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Bandara Nusantara dapat beroperasi dengan baik guna mendukung berbagai aktivitas di IKN. ANTARA